Beit Shemesh, Israel – Pada Minggu, 1 Maret 2026, serangan rudal balistik Iran menghantam wilayah Israel, menyebabkan setidaknya sembilan orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka dalam insiden paling mematikan di wilayah sipil sejak eskalasi konflik terbaru. Serangan ini terjadi di kota Beit Shemesh, sekitar 35 km barat Yerusalem, yang mayoritas penduduknya adalah komunitas Ortodoks.
Menurut layanan darurat Israel Magen David Adom (MDA), rudal Iran langsung mengenai kawasan pemukiman, menghancurkan beberapa blok apartemen dan bahkan menembus shelter umum di bawah sebuah sinagoge. Korban termasuk anak-anak, dengan beberapa di antaranya dalam kondisi kritis. Korban luka mencapai hampir 50 orang, termasuk 28 yang dirawat di rumah sakit dengan luka serius akibat puing dan serpihan.
Petugas penyelamat masih bekerja di lokasi untuk mencari korban di bawah reruntuhan, sementara asap hitam tebal mengepul dari puing-puing bangunan yang hancur.
Serangan ini merupakan bagian dari gelombang balasan Iran terhadap operasi militer gabungan AS-Israel yang dimulai sehari sebelumnya, pada 28 Februari 2026. Serangan tersebut menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei di Tehran, memicu kemarahan Tehran dan memicu respons cepat. Iran meluncurkan beberapa gelombang rudal balistik, menargetkan berbagai wilayah Israel termasuk Tel Aviv dan Beit Shemesh. Beberapa rudal berhasil menembus sistem pertahanan udara Iron Dome, menyebabkan dampak langsung di area sipil.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa pasukan IDF sedang melakukan serangan balik intensif ke “jantung Tehran” dan target rezim Iran lainnya. “Ini hari-hari yang menyakitkan, tapi kami akan terus melindungi warga kami dan menghancurkan ancaman eksistensial,” ujar Netanyahu dari markas IDF di Tel Aviv.
Konflik ini juga menelan korban dari pihak Amerika Serikat, dengan militer AS melaporkan tiga tentara tewas dan lima lainnya luka parah dalam operasi melawan Iran. Di sisi Iran, korban tewas dilaporkan mencapai lebih dari 200 orang akibat serangan udara AS-Israel, menurut Palang Merah Iran.
Eskalasi ini meningkatkan ketegangan di seluruh Timur Tengah, dengan serangan Iran juga menyasar basis AS di kawasan Teluk dan sekutu lainnya. Bandara-bandara di Israel ditutup sementara, dan sirene serangan udara terus berbunyi di berbagai kota. Komunitas internasional mendesak de-eskalasi, namun kedua belah pihak menunjukkan tekad untuk melanjutkan operasi militer.
Perang terbuka antara Iran dan koalisi AS-Israel ini menandai titik balik berbahaya dalam konflik bayangan yang telah berlangsung puluhan tahun, dengan risiko penyebaran ke negara-negara Teluk semakin tinggi.







I really liked how this article balanced facts with context. It didn’t feel dry or technical, which is often the case with similar topics. Instead, it felt approachable and well thought out. You can tell that time and effort went into researching and presenting the information in a clear and respectful way.
Very well presented. Every quote was awesome and thanks for sharing the content. Keep sharing and keep motivating others.
This was beautiful Admin. Thank you for your reflections.
Awesome! Its genuinely remarkable post, I have got much clear idea regarding from this post
There is definately a lot to find out about this subject. I like all the points you made
This is really interesting, You’re a very skilled blogger. I’ve joined your feed and look forward to seeking more of your magnificent post. Also, I’ve shared your site in my social networks!