Dalam perkembangan politik yang signifikan di tengah konflik berkepanjangan dengan Iran, Senat Amerika Serikat menolak permintaan tambahan anggaran militer besar-besaran dari Presiden Donald Trump. Permintaan tersebut mencakup peningkatan hingga $500 miliar untuk mendanai operasi Pentagon di Iran, yang disebut sebagai “perang tanpa akhir” oleh para kritikus.
Penolakan ini muncul setelah Senat menolak resolusi terkait kekuasaan perang (war powers resolution) pada awal Maret, dengan suara mayoritas Partai Republik mendukung kelanjutan operasi militer Trump tanpa persetujuan Kongres lebih lanjut. Meskipun voting tersebut lebih fokus pada pembatasan otoritas presiden, hal itu memperkuat oposisi terhadap pengeluaran tambahan. Anggaran pertahanan dasar Pentagon untuk tahun fiskal ini sudah mencapai hampir $1 triliun, dan permintaan tambahan $500 miliar akan menjadikan total belanja militer mencapai rekor baru sekitar $1,5 triliun.
Senator Bernie Sanders (I-VT), yang menjadi salah satu suara paling vokal dalam penolakan ini, menyatakan sikap tegasnya melalui postingan di X pada 4 Maret 2026: “We just gave the Pentagon nearly $1 trillion. Then Trump asked for $500 billion more. Now he wants even more money for a war he started in Iran without congressional approval. The answer is NO. We need to invest in the American people, not more endless wars.”
Pernyataan Sanders ini mendapat dukungan luas dari kalangan progresif dan beberapa anggota Demokrat, yang menekankan bahwa dana sebesar itu seharusnya dialihkan ke prioritas domestik seperti perawatan kesehatan universal, perumahan terjangkau, pendidikan, dan infrastruktur.
Konflik dengan Iran, yang dimulai tanpa otorisasi Kongres penuh, telah memicu perdebatan sengit tentang konstitusionalitas dan prioritas anggaran nasional. Biaya operasi militer diperkirakan mencapai miliaran dolar per hari, dengan estimasi think tank mencatat pengeluaran awal lebih dari $5 miliar dalam beberapa hari pertama.
Meskipun Republik mayoritas di Senat dan DPR menolak upaya pembatasan, oposisi dari Demokrat dan independen seperti Sanders menciptakan tekanan politik signifikan.
Pemerintahan Trump dikabarkan sedang mempertimbangkan mekanisme dana darurat atau supplemental funding untuk melanjutkan operasi, tetapi penolakan Senat terhadap tambahan anggaran besar ini bisa membatasi skala eskalasi. Para analis menyebut langkah ini sebagai kemenangan simbolis bagi gerakan anti-perang, yang menuntut pengalihan sumber daya ke kebutuhan rakyat Amerika di tengah krisis ekonomi dan sosial domestik.
Debat ini terus berlanjut, dengan kemungkinan voting tambahan di Kongres dalam waktu dekat. Penolakan ini menandai perlawanan kuat terhadap ekspansi militer unilateral, mengingatkan pada kritik historis terhadap “endless wars” di Irak dan Afghanistan.






