Sekarang kok penggunaan APBN sak wudele dewe. Duit negara diperlakukan kayak duitnya sendiri

Sekarang itu kacau betul ya pakai anggaran negara kayak nggak ada sistem procurement alias lelang, pokoknya sak wudele dewe, semau maunya. Terus untuk apa kita bayarin pegawai bagian urusan lelang?bikin sistem lelang mahal-mahal. Duit negara diperlakukan kayak duitnya sendiri, mau belanja smart TV trilyunan, tinggal tunjuk padahal ada ratusan ribu jumlahnya dan anggarannya trilyunan. Mau bikin porsi makanan yang katanya bergizi tapi dapat jajan pasar, jutaan porsi walaupun dibagi ke dapur-dapur lokal pun tanpa tender atau lelang, langsung tunjuk aja pemilik dapur A, dapur B dan seterusnya asal mau bikin dan modalin bikin dapur sendiri.

Mau bikin Koperasi Desa Merah Putih kasihkan pada Agrinas, pembangunannya juga tanpa tender langsung yang mau bikinkan dulu nanti direimburst, hasilnya nanti dibayar pemerintah. Soal spesifikasi ngikut pemborongnya, pokoknya biaya bangunnya 3 Milyar! Kalikan saja 84 ribuan Desa seluruh Indonesia jumlahnya udah berapa Trilyun.

Sekarang ngimport mobil Pick up Mahindra dari India jumlahnya 105 ribu unit saja udah langsung DP 30%.

Jadi keuangan negara kita pokoknya semau maunya, bikin pabrik genteng untuk gentengisasilah, bikin pabrik-pabrik pakan terintegrasi dengan peternakan ayam langsung, itupun nggak tahu bakal ditunjukkan ke siapa.

Pokoknya pestah porahhhhhhh…….tak ada pengawasan, tak ada kritik….suka-suka gue….sistem ekonomi komandos yang koruptos ini lama-lama akan bikin ambrug negara. Sementara sektor swasta yang sudah berjibaku dari rezim ke rezim akan gigit jari, ekonomi komamdos sudah diatur pemain-pemainnya.

(Markijok)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 komentar

  1. Prabowo jauh2 hari sdh mengingatkan, Indonesia lenyap thn 2030 jika terus2an begini cara pengelolaan negaranya. Ealah nggak tahunya pelaku utama kehancuran negeri ini dia sendiri …