Sebut saja namanya Joko.
Duluuu, dia sibuuk banget jualan proyek “BUMDes”. Wuiih, sudah banyak yang sukses katanya. Sudah ada 72.000 BUMDes di seluruh Indonesia. 44.000 sudah berbadan hukum. Wuiiih, BUMDes adalah penggerak ekonomi desa. Untuk mendukung proyek ini, digelontorkanlah dana desa.
2014-2024, Joko ini sibuk main BUMDes-BUMDes-an. Katanya sih sukses, menurut lembaga planet Mars, Jupiter, Saturnus, sukses besar meroketkan ekonomi rakyat.
2025, eh Joko lengser. Ganti Wowo.
Mainannya ganti deh, Koperasi-koperasian. Lagi-lagi, katanya 80.000 koperasi. 40.000 siap tanding segera. Tentara-tentara disuruh bangun gedungnya. Sawah, lapangan, sekolah dihajar saja. Pun uang triliunan habis ngocor deras.
2025-2034 (asumsi 2 periode), Wowo lengser.
Mungkin diganti anak-anak mereka.
Maka 2034 muncul lagi “Desa Corporation”, lagi-lagi, 80.000 Desa Corporation dibentuk. Triliunan duit ngocor deras. Begituuuu saja.
Begitulah kebodohan berlangsung di sana.
Rakyatnya bego-bego sih. Tiap pemilihan rebutan bansos, amplop, sembako, terpesona pencitraan. Bahkan saking begonya, dia kasihan sama elit-elit politik yang uangnya triliunan, sementara dia cuma dikasih makan siang basi nan halu bergizi.
Kamu mau bantah fakta-fakta ini? Yess! Coba sini, cup cup, mana 72.000 BUMDes itu? Masih hidup 2-3% saja bagus.
*Tere Liye







I very delighted to find this internet site on bing, just what I was searching for as well saved to fav
Jokibul alias jack