Pemerintah Indonesia berharap pembangunan Kompleks Haji di Makkah, Arab Saudi, dapat berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Menteri Haji dan Umrah, Mohammad Irfan Yusuf, menyatakan optimisme bahwa sebagian tower dari proyek tersebut sudah bisa dimanfaatkan pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 2028.
Irfan menjelaskan bahwa proyek ini memang belum dapat digunakan dalam waktu dekat karena proses pembangunan diperkirakan memerlukan waktu lebih dari satu tahun. Namun, ia menargetkan paling lambat pada 2028, beberapa fasilitas utama sudah siap digunakan oleh jamaah haji Indonesia.
“Harapannya, pada 2028 sebagian tower sudah bisa difungsikan,” kata Irfan di Jakarta, Kamis (8/1/2025), sebagaimana dikutip dari Antara.
Proyek yang dikenal sebagai Kampung Haji Indonesia ini sepenuhnya dikelola oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Lembaga tersebut juga bertanggung jawab dalam penyediaan anggaran, sementara Kementerian Haji dan Umrah akan berperan sebagai pengguna fasilitas.
Menurut Irfan, aspek pendanaan tidak menjadi kendala utama. Danantara dinilai memiliki kapasitas keuangan yang memadai, ditambah dengan dukungan penuh dari Pemerintah Arab Saudi terhadap pembangunan kompleks tersebut.
Sementara itu, Danantara Indonesia melaporkan bahwa pengembangan awal Kompleks Haji dilakukan di Kawasan Thakher, Makkah. Kawasan ini telah beroperasi dengan sejumlah fasilitas, salah satunya Novotel Thakher Makkah yang memiliki sekitar 1.461 kamar di tiga menara, berdiri di atas lahan seluas 4,4 hektare.
Lokasi Kawasan Thakher berada sekitar dua hingga tiga kilometer dari Masjidil Haram. Ke depan, sebagian besar lahan di kawasan tersebut direncanakan untuk pengembangan lanjutan, termasuk fasilitas komersial dan pusat ritel.
Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menyebutkan bahwa pengembangan kawasan ini akan dilakukan secara bertahap hingga mencapai sekitar 6.000 kamar. Dengan kapasitas tersebut, kompleks ini diproyeksikan mampu menampung hingga 22.000 jamaah atau sekitar 10 persen dari total jamaah haji Indonesia setiap tahunnya.
Pengembangan Kawasan Thakher akan difokuskan pada penyediaan akomodasi yang terintegrasi dengan berbagai layanan penunjang jamaah, seperti fasilitas ritel, logistik, dan ekosistem layanan haji lainnya, guna meningkatkan kualitas pelayanan bagi jamaah Indonesia di Tanah Suci.







Komentar