✍🏻Azwar Siregar
Saya mendukung Iran bukan karena saya setuju dengan Syiah.
Tapi saya kagum dengan bangsa dan Negara yang satu ini. Sama dengan kekaguman saya dengan Bangsa Palestina dan Bangsa Afganistan. Bangsa yang memiliki harga diri yang sangat tinggi.
Iran adalah salah satu Negara yang berani “Perang Sungguhan” melawan Israel dan Amerika. Apalagi menurut saya salah satunya demi membela Palestina.
Padahal Iran itu bangsa Persia. Sementara Palestina bangsa Arab. Dimana semua Negara-negara dan bangsa Arab ketika Palestina yang bangsa Arab, khususnya Gaza digenosida?
Menurut saya alasan terbesar Israel selalu memyerang dan ingin melemahkan Iran karena tinggal Iran yang menjadi batu sandungan terbesar mereka untuk menguasai semua Tanah Palestina.
Negara-negara Arab yang lain di sekitar Palestina sibuk “bermanja ria” dengan kemewahan berkat minyak yang melimpah.
Sebagian bahkan membuka dan memiliki hubungan Diplomatik yang mesra dengan Israel. Masih lumayan Indonesia. Menolak ada hubungan Diplomatik dengan Israel sampai Palestina Merdeka!
Bahkan Amerika Serikat sebagai sekutu dan pelindung utama Israel memiliki pangkalan Militer dihampir semua Negara-negara Arab. (Negara-negara ini yang kemarin dihadiahi Iran Roket!)
Saya yakin, andai Iran mau menutup mata dan bersikap tidak perduli dengan ambisi Israel untuk menguasai seluruh Tanah Palestina, Iran tidak akan pernah dimusuhi Israel dan Amerika.
Bahkan andai Iran membiarkan ambisi Israel menguasi Palestina, saya yakin Iran akan dijadikan sahabat dan bila perlu didukung Israel dan Amerika untuk memiliki Nuklir!
Jadi saya mendukung Iran karena sampai saat ini, Negara itu salah satunya yang berani berperang demi urusan Palestina.
Eh, ada Hizbullah di Lebanon dan Houthi di Yaman. Tapi mereka bukan atas Nama Negara. Lagipula mereka juga proksi Iran jugakan.
Jadi dukungan saya ke Iran bukan karena kesamaan iman. Lebih kepada kesamaan pandangan atas kemanusiaan. Dan juga kekaguman.
Jaman sekarang ini bukan pilihan yang mudah berlawanan apalagi berani melawan Amerika dan Israel.
Jadi andai Iran Negara Komunis sekalipun, saya akan mendukung Iran. Bahkan andai Iran Negara Yahudi sekalipun, saya akan membela Iran karena dukungan mereka kepada Palestina.
Jadi dukungan saya kepada Iran bukan alasan keagamaan. Tapi karena mereka mendukung kemerdekaan Palestina. Karena hanya saat ini mereka yang berani berperang demi Palestina.
Serangan Iran yang menarget pangkalan militer Amerika di beberapa Negara Arab juga bisa saya maklumi.
Andai saya yang jadi Pemimpin Tertinggi di Iran, saya juga akan melakukan hal yang sama. Negara saya diserang oleh Amerika, pasti saya serang semua objek militer milik Amerika.
Kalau tidak salah, bulan lalu sebelum Iran diserang Israel dan Amerika, Pemerintah Iran sudah berkali-kali menyampaikan, kalau mereka diserang, maka mereka akan balas menyerang para Penyerang dimanapun mereka berada.
Iran sudah membuktikannya di Perang 12 Hari tahun lalu (2025). Ketika Amerika membom fasilitas Nuklir mereka, Iran membalas dengan merudal Pangkan Militer Amerika di Qatar.
Kalau kita di posisi Iran, apa mungkin membiarkan Pangkalan Militer penyerang aman hanya karena “berdiri” di tanah milik tetangga?
Yang kurang pintar dan jauh dari bijak, ya tetangga-tetangga Arabnya Iran. Mereka menolak Israel dan Amerika menyerang Iran, tapi membiarkan Pangkalan Militer Amerika tetap berdiri di tanah mereka.
Coba mereka juga bersikap tegas. Kalau Amerika mau serang Iran, suruh Amerika memindahkan Pangkalan Militer dari tanah mereka.
Lagian agak-agak lain memang Negara-negara Arab tetangga Palestina ini. Katanya paling religius, tapi berlindungnya kepada Amerika bukan kepada Allah…
Mereka berlindung kepada Amerika dan memusuhi Israel, sementara mereka tahu Amerika sangat melindungi Israel.
Alah… bang. Indonesia aja ikut “jilat” Amerika kok. Ikutan masuk BoP…
Ya karena Negara-negara Arab saja “ngumpul” disekeliling Amerika. Pilihan kita cuma tetap menonton dari jauh, atau ikutan memperjuangkan Palestina dari dalam.
Kalau ternyata “memperjuangkan kemerdekaan Palestina dari dalam” juga gagal dan kedepan tidak berguna sama sekali, saya yakin Pak Prabowo juga ngga akan masalah keluar dari BoP.
Paling kita lanjut memperjuangkan kemerdekaan Palestina dengan omon-omon lagi. Seperti selama ini. Demo depan Kedubes Amerika!
Jadi menurut saya Negara-negara Arab yang paling besar menanggung dosa atas genosida Palestina. Membiarkan Amerika memiliki Pangkalan Militer di Negara mereka. Menjalin hubungan Diplomatik dengan Israel.
Saya sih percaya, kalau misalnya Amerika dan Israel berhasil menundukkan Iran, Palestina sepenuhnya akan terhapus dari Peta Dunia.
Tapi saya yakin, Iran tidak akan mudah dikalahkan. Mereka bangsa pejuang. Bangsa Besar yang juga pernah jadi Penakluk Dunia.
Sebaliknya Negara-negara Arab pengecut itu juga akan berpikir 1000 kali untuk berperang melawan Iran. Mereka sudah terbiasa hidup mewah dan manja. Belum siap kembali mengendarai Unta.
Di sisi lain, Iran pada posisi nekad. Ukurannya bukan lagi harus menang. Tapi kalau jadi abu, para penyerang minimal yang berteman dengan penyerang juga ikutan jadi Abu.
Paling nyaman ya Amerika. Selalu bikin onar dan menciptakan perang jauh dari halaman depan rumahnya. Warga Amerika tetap aman, sementara militer mereka bikin rusuh diseluruh penjuru Dunia.
Kalau Perang ini terus berlanjut, saran saya buat Iran, digazakan aja Tel Aviv. Hanya warga Israel yang bisa menekan Pemerintahnya. Dan hanya Pemerintah Israel yang bisa memerintah Amerika.
*Note:
Salah satu kelemahan Umat Islam adalah sangat mudah terpecah dan susah bersatu. Sekarang Afganistan juga “perang” dengan Pakistan. Saudi hampir senggolan dengan UEA. Yaman Perang Saudara. Mungkin karena itu di Islam sangat dianjurkan Sholat berjamaah. Bahkan lebih utama 27 derajat. Ya… karena sulitnya Umat Islam bersatu…







Kali ini sy setuju dg bung AS, tetapi … ada tetapinya, junjungan AS gak sedikitpun terbesit utk mengutuk serangan Isram ke Iran …