Satu lagi ‘tamparan’ dari Negeri Jiran

Satu lagi ‘tamparan’ dari Negeri Jiran

Indonesia kalau dibandingkan dengan Malaysia memang kalah jauh dari segala segi. Cuma menang jumlah penduduk doang.

Salah satunya diungkap oleh akun Thread @hrsprahara:

“Kenapa toko buku di KL (Kuala Lumpur) besar-besar banget ya, dan lebih mantap lagi..Totalitas gitu sampai dibuat estetik. Apakah memang tingkat literasi di sini sertinggi itukah…?”

https://www.threads.com/@hrsprahara/post/DSzlE2fEsex

Yup! Perbandingan tingkat literasi antara Indonesia dan Malaysia pada tahun 2025 menunjukkan bahwa Malaysia secara konsisten mengungguli Indonesia dalam berbagai metrik internasional.

Berikut adalah poin-poin utama perbandingannya:

1. Skor PISA (Kualitas Literasi Pelajar)

    Berdasarkan data terbaru dari PISA (Programme for International Student Assessment), terdapat perbedaan skor yang cukup signifikan dalam kemampuan membaca siswa usia 15 tahun:

    • Malaysia: Meraih skor membaca sebesar 388 poin.
    • Indonesia: Meraih skor membaca sebesar 359 poin, menempatkan Indonesia pada peringkat ke-6 di Asia Tenggara, di bawah Malaysia, Brunei, dan Thailand.

    2. Tingkat Literasi Umum & Digital

      • Global Knowledge Index: Pada laporan terbaru, Malaysia menempati peringkat global yang jauh lebih tinggi (peringkat 51) dibandingkan Indonesia (peringkat 87) dalam indeks pengetahuan global.
      • Literasi Digital: Tingkat literasi digital Indonesia tercatat sekitar 62%, angka terendah di ASEAN di mana rata-rata negara tetangga (termasuk Malaysia) telah mencapai 70%.
      • Angka Melek Huruf: Secara statistik dasar, kedua negara memiliki angka melek huruf dewasa yang sangat tinggi (di atas 95%), namun kualitas pemahaman bacaan (literasi fungsional) di Malaysia dinilai telah mencapai tingkat epistemik yang lebih maju dibandingkan Indonesia.

      3. Kebijakan dan Budaya Membaca

        UNESCO mencatat minat baca masyarakat Indonesia sangat rendah (hanya 0,001%), sementara Malaysia memiliki budaya membaca yang lebih kuat didukung oleh regulasi pemerintah yang lebih terintegrasi pada tingkat kebijakan nasional.

        Data ini bersumber dari laporan resmi World Bank, OECD PISA, dan publikasi BPS Indonesia.


        Komentar