Sampai kapan pun akan tetap ribut

Kenapa sih MBG itu menunya kacau, keracunan, dll? Karena sejak awal konsepnya sudah mereka buat begitu.

Saat kampanye, mereka sih bilangnya dapur sekolah, anggaran 15.000 utk makanan, nanti disajikan masih panas, tdk jauh. Bergizi. Melibatkan sekolah, wali murid. Bagus banget, nah, saat menang, diubah semua deh.

Kenapa pakai yayasan? Karena polisi dan tentara tidak bisa bikin PT. Maka solusi cantiknya, yayasan. Yang akan punya SPPG. Duh, cantieek sekali mainnya. Kenapa anggaran 15.000 dipecah, 3000 buat operasional, 2000 buat insentif, 10.000 buat bahan-bahan. Lagi-lagi, ini tuh hasil pemikiran brilian mereka. Kan resmi 5000 buat dapur. KPK mau otak atik, tidak bisa, legal kok. Silahkan KPK urus yg 10.000. Aman banget mainnya. Mau ditolak itu makanan, mau jejeritan netizen, mau bersyukur atau tidak, 5.000 tetap masuk dapur.

Paham?

Jadi konsep awalnya sdh dibuat begitu. Biar menguntungkan pihak-pihak tertentu.

Sekarang kita pindah ke LPDP.

Konsep beasiswa ini duh Rabbi, bisa diubah dgn mudah kapanpun. Misal, pemerintah bilang: mulai besok LPDP LN tidak wajib pulang, silahkan sj kalian mengabdikan diri dgn cara masing2. Jadi bos Google, bos TESLA, besok2 bawa investasi ke Indonesia, terserah. Mau kabur, jadi WNA terserah. Bisaaa.

Tapi, utk urusan membuat pintar rakyat, siapa yang akan diuntungkan? Kan LPDP LN ini buat anak2 pintar. Tdk ada kepentingan si ijo, si loreng, oligarki, penguasa tepung, gula, dkk. Maka, mereka bisa bikin konsep “super idealis” deh: wajib pulang. Wajib pengabdian.

Nyadar nggak sih? Di pemerintah itu, desain kebijakan itu sangat penting. Dan itu simpel soal siapa yg diuntungkan.

MBG, mau sampai kapan pun akan tetap ribut. Karena konsepnya begitu.
Pun LPDP, mau sampai kapan pun akan tetap ribut. Kamu hari ini yg sok paling nasionalis, marah2, besok2 anakmu dapat LPDP, tahu enaknya di LN, kamu yg malah nyuruh anaknya jadi WNA. Itu tuh realitas. Sdh banyak contohnya.

Kita akan terus ribut, karena konsep awalnya sengaja dibuat begitu. Dibuat fleksibel jika menguntungkan mereka. Dibuat kaku, jika urusannya mencerdaskan rakyat. Dan sedihnya, kamu ikut berjoget diirama yang dimainkan mereka.

*Tere Liye

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar