Sabar…
Pada 19 Maret lalu, petinggi negara-negara Teluk berkumpul di Riyadh menyikapi serangan Iran ke wilayah negara mereka yang menampung pangkalan militer serta aset-aset ekonomi AS.
Menteri Luar Negeri Saudi Faisal bin Farhan mewakili negara-negara Teluk lainnya menegaskan ‘kesabaran’ mereka ada batasnya dan menyiratkan kemungkinan menyerang Iran.
Dia bilang, Saudi dan negara-negara Teluk punya kemampuan militer dan kapasitas yang cukup untuk membalas serangan Iran.
“Apakah mereka punya waktu (habisnya kesabaran) sehari, dua hari, sepekan, saya tak mau memberi tahu,” ujar Menlu Saudi.
Dua tahun Israel melakukan genosida di Gaza, tak pernah ada pertemuan darurat yang menghasilkan pernyataan keras seperti itu. Tak pernah mereka bilang bahwa kesabaran mereka atas kejahatan terhadap “saudara-saudara” mereka di Gaza ada batasnya. Tak pernah sekalipun dalam dua tahun lebih ini mereka mengancam akan menyerang Israel dengan “kemampuan dan kapasitas” mereka jika kesabaran habis.
Seribu syahid, negara-negara Arab itu sabar. Dua ribu syahid, 10 ribu, 50 ribu, 70 ribu; sabar. Hind Rajab dibunuh dengan keji, sabar. Tim Bulan Sabit Merah dibantai, sabar. Satu per satu bayi-bayi mati kelaparan dan kedinginan, sabar. Ratusan masjid dihancurkan dan naskah-naskah Alquran dibakar, sabar. Pejabat Israel bilang bakal terus meluaskan wilayah di seantero Syam dan Teluk, sabar. Orang-orang Islam tak boleh shalat di Masjid al-Aqsa, sabar.
Jika seandainya nanti Saudi, UEA, Kuwait, Bahrain, Qatar, melangkah lebih jauh dari menyediakan pangkalan bagi AS, dan akhirnya ikut menyerang Iran, mudah-mudahan orang-orang tak lupa bahwa militer mereka diam saja selama lebih dua tahun puluhan ribu anak-anak Gaza dibantai dan dibunuh perlahan dengan kelaparan dan kedinginan oleh Zionis.
Catat bahwa mereka bisa sedemikian marah saat perekonomiannya diganggu tapi tidur nyenyak dan pesta-pesta saat tetangganya sesama Muslim, sesama manusia, berjuang sendirian menghadapi pemusnahan massal.
Catat bahwa mereka memilih berjabat tangan dengan setan ketimbang berdiri bersama yang dapat surga…
(Fitriyan Zamzami)







serang dah kl berani biar iran ada alasan buat nyerang balik, biar ancur tuh rezim2 diktatur
penjaga 2 tempat suci..
bgmn mreka mndapatkannya..!?
yakni dgn bekerjasama dgn skutunya (united kingdom) memerangi penjaga 3 tempat suci (ottoman caliphate)..
hingga trjadi kjatuhan ottoman.. lepaslah 1 tempat suci dr lindungan muslim..
dan mnjadi titik konflik yg ga prnah usai ampe skarang.. kerna ga lg dikelola dgn prinsip keadilan (Islam)..
ini yg aku gak suka dengan perbuatan orang arab. keras kepala dan banyak cinta dunia. beberapa kali pengalaman selama disana menemukan arogansi mereka terhadap warga non arab. makanya Rasulullah diturunkan disana adalah untuk memperbaiki kerusakan moral mereka. dan sisa itu masih ada hingga hari ini. astagfirullah…
emang di luar Nurul pikiran petinggi2 negara arab non iran. Gaza di luluh lantak, bantuan di larang masuk SM zionist tapi respon mereka tdk seperti sekarang…bahlull