Dikabarkan dalam sebuah debat di Universitas Manchester, sebagian hadirin dari kalangan Nasrani menantang Syaikh Rasyid Asrar dengan berkata,
“Jika kalian benar-benar membenarkan hadis Nabi kalian yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, bahwa siapa yang di pagi hari memakan tujuh butir kurma ajwah, maka tidak akan terkena racun dan sihir, jadi sekarang buktikanlah dengan meminum racun!”
Di luar dugaan, dengan penuh keyakinan kepada Allah dan keimanan terhadap sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, Syaikh Rasyid Asrar meminum racun tikus di hadapan para hadirin, lalu melanjutkan debat hingga selesai tanpa mengalami bahaya sedikit pun.
Hingga hari ini, beliau tetap hidup dalam keadaan sehat, semata-mata karena penjagaan dan pertolongan Allah Ta‘ala tentunya.
Peristiwa ini oleh banyak pihak dipahami sebagai karamah, bukan perbuatan biasa atau kemampuan manusia semata.
Kejadian tersebut mengingatkan kita pada peristiwa yang terjadi pada sahabat mulia Khalid bin Walid radhiyallahu ‘anhu, yang beliau pernah meminum racun seraya mengucapkan:
بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Dan racun itu pun tidak membahayakannya sedikit pun, dengan izin Allah.
Para ulama menjelaskan bahwa ini termasuk khawariqul ‘adah yaitu perkara luar biasa yang Allah tampakkan kepada hamba-hamba-Nya yang ikhlas dan bertawakal.
Dan perlu dipahami peristiwa-peristiwa seperti ini adalah karamah dan pembenaran atas kebenaran sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bukan ajakan untuk menguji Allah atau membahayakan diri.
Kewajiban seorang Muslim adalah membenarkan hadis, mengimaninya, dan memahaminya sesuai manhaj para ulama, bukan menjadikannya bahan uji coba yang melampaui batas.
(Sucipto Hadi Saputro)
_______________________________________________________
*Syaikh Rasyid Asrar (dikenal juga sebagai Asrar Rashid) adalah seorang ulama, penulis, dan pendebat (polemik) Muslim Sunni kontemporer yang berbasis di Birmingham, Inggris.
Salah satu karya bukunya ISLAM ANSWERS ATHEISM

Beliau menempuh studi di bawah bimbingan guru-guru Islam tradisional di kota kelahirannya Birmingham, kemudian melanjutkan studi di Damaskus, Suriah, di Universitas Damaskus, Masjid Umayyah Agung, dan Masjid Muhayyuddin. Ia menguasai bahasa Arab, disiplin ilmu Islam tradisional, teologi rasional (Ilmu Kalam), dan hukum Islam.
Beliau dikenal aktif memberikan ceramah melalui platform digital seperti YouTube dan media sosial lainnya mengenai perbandingan agama, kritik terhadap kapitalisme, serta isu-isu sektarian di internal umat Islam.
[VIDEO Debat Minum Racun]






