Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melancarkan gelombang ke-21 dari Operasi True Promise 4 pada Jumat dini hari. Dalam serangan terbaru ini, Iran mengerahkan kombinasi drone bunuh diri dalam jumlah besar serta rudal canggih Khayber yang dilengkapi hulu ledak klaster.
Serangan terkoordinasi tersebut diberi sandi operasi “Ya Mu’izz al-Mu’minin.” Tujuannya adalah membanjiri sekaligus menembus sistem pertahanan udara berlapis milik Israel.
Rekaman video yang beredar dari pusat kota Tel Aviv menunjukkan bahwa rudal Khayber menggunakan taktik sub-munisi. Saat mendekati sasaran, rudal tersebut terpecah menjadi puluhan hulu ledak kecil berkecepatan tinggi yang menyebar ke berbagai arah.
Strategi ini membuat sistem pencegat Israel kesulitan menghalau serangan. Bahkan sistem pertahanan udara yang selama ini dianggap andalan, seperti Iron Dome dan David’s Sling, dilaporkan tidak mampu sepenuhnya menahan gempuran tersebut.
Sejumlah saksi mata serta laporan media internasional menyebutkan adanya kerusakan cukup luas pada bangunan di wilayah pusat Tel Aviv.
Laporan kantor berita internasional juga menyebutkan dua gelombang ledakan besar yang terjadi hampir bersamaan dan mengguncang kota itu. Jejak roket bahkan dilaporkan terlihat hingga wilayah Netanya di utara Tel Aviv.
Sebelumnya, juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbiya, Letnan Kolonel Ibrahim Zolfaghari, memaparkan skala operasi militer yang dilakukan Iran.
Ia menyebut bahwa sejak dimulainya operasi, lebih dari 2.000 drone dan sekitar 600 rudal telah diluncurkan dalam 20 gelombang serangan terhadap target yang berkaitan dengan Israel.
Operasi tersebut disebut sebagai bagian dari rangkaian serangan balasan Iran dalam konflik yang terus meningkat di kawasan.







Kalau mau nonyon perang beneran, noh Rusia-ukraina, atau Azerbaijan – Rumania, atau India-pakistan
kalau iran-AS cuma dagelan gak lucu
Kalau mau nonton perang beneran, noh Rusia-ukraina, atau Azerbaijan – Rumania, atau India-pakistan
kalau iran-AS cuma dagelan gak lucu