PERANG IRAN: Iran Menyatakan Tujuannya — dan Saya Sudah Mengatakannya Selama 8–9 Hari Terakhir
Banyak orang menertawakan saya.
Mereka berkata, “Robert, Iran sudah selesai. Israel telah menghancurkan 80% pertahanan udara mereka. Ini sudah berakhir.”
Saya menjawab: Iran tidak sedang mencoba MENANGKAN perang.
Iran sedang mencoba membuat kemenangan itu menjadi TERLALU MAHAL.
Itu dua permainan yang sama sekali berbeda. Dan kebanyakan orang masih belum memahami perbedaannya.
Iran tidak lagi bertempur dalam perang militer.
Iran sedang menjalankan perang ekonomi.
Target mereka bukan pangkalan militer. Bukan kapal perang. Bahkan bukan Israel.
(Bukan berarti mereka tidak menyerang target tersebut, tetapi yang saya maksud adalah tujuan akhirnya — seperti apa kemenangan bagi Iran)
Target mereka adalah harga minyak.
Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) telah menyatakan tujuan mereka dengan sangat jelas.
$200 per barel.
Itulah angkanya. Itulah misinya. Begitulah Iran mendeklarasikan kemenangan — bukan dengan menembak jatuh jet tempur F-35, tetapi dengan membuat harga minyak menjadi begitu menyakitkan, begitu tak tertahankan, dan begitu menghancurkan bagi ekonomi global, hingga Presiden Donald Trump menerima puluhan telepon setiap hari dari para pemimpin dunia yang memintanya untuk menghentikan perang.
Coba pikirkan strategi itu sejenak.
Inilah cara Iran menjalankannya.
Drone Shahed seharga sekitar $15.000 menghantam infrastruktur minyak bernilai miliaran dolar.
Ranjau laut di Selat Hormuz — jalur yang mengangkut sekitar 20% dari seluruh pasokan minyak dunia.
Serangan terhadap pipa minyak, fasilitas penyimpanan, pusat logistik, dan kilang.
Bukan acak. Bukan tindakan putus asa. Semua dihitung dengan matang.
(Saya sudah mengatakan sebelumnya, mereka telah mempersiapkan perang ini selama puluhan tahun.)
Setiap serangan dirancang untuk melakukan satu hal:
menghentikan aliran minyak.
Ketika minyak berhenti bergerak, harga naik.
Ketika harga naik, seluruh dunia berteriak.
Logika Iran sangat sederhana — dan brutal.
Hari ketika harga minyak mencapai $200 per barel — Iran menang.
Bukan karena mereka menembak jatuh sebuah pesawat.
Tetapi karena pada harga $200 per barel:
negara-negara Arab akan berteriak,
para pemimpin Eropa akan menelepon Washington,
dan para pemilih Amerika akan marah karena harga bahan bakar yang melonjak.
Dan Presiden Trump tiba-tiba harus membuat perhitungan yang sangat berbeda.
Iran tidak sedang mencoba bertahan hidup dalam perang.
Iran sedang mencoba membuat kemenangan dalam perang menjadi lebih buruk daripada kekalahan.
Itulah strategi mereka.
Saya sudah mengatakan hal ini selama 8–9 hari berturut-turut.
Rudal hanyalah pengalih perhatian.
Harga minyak adalah senjata sebenarnya.
Perhatikan harga minyak.
Bukan hanya jumlah rudal yang diluncurkan.
*Robert T Kiyosaki adalah penulis buku amerika terkenal.
(Tulisan ini dikutip dari akun facebook resmi miliknya)



salah sendiri Amerika 🗽 Serikat dan Israel Serang ☫ Iran 😂