Ahli digital forensik Dr. Rismon Hasiholan Sianipar membongkar tuntas sekolah Gibran di UTS Insearch yang merupakan bimbel persiapan masuk UTS (Universitas Teknologi Sydney) kok malah oleh Kementerian Pendidikan cq Sekretaris Dirjen Dikdasmen pada 2019 disamakan dengan lulusan SMK.
Berikut paparan Dr Rismon (video dibawah):
“Nah, jadi sedikit saya jelaskan perbedaannya ya, antara bagaimana dan mengapa penyetaraan yang tidak apple to apple itu menyetarakan UTS Insearch Sydney Australia yang merupakan persiapan masuk UTS (University of Technology Sydney), menyetarakannya dengan ijazah SMK, Sekolah Menengah Kejuruan Bidang Akutansi.
Nah ini katanya Gibran menyelesaikan program UTS Insearch tahun 2006, tetapi disetarakan SMK tahun 2019 ketika bapaknya sedang menempati posisi puncak kepemimpinan sebagai Presiden Republik Indonesia.
Dan penyetaraan ini, SMK yang dipaksa disetarakan ini dengan bimbel UTS Insearch, inilah yang dipakai Gibran untuk mencalonkan diri sebagai calon wali kota 2020 di Solo, dan yang dipakai juga mencalonkan diri sebagai calon Wakil Presiden tahun 2024 kemarin.
Bimbel UTS Insearch dipaksakan menjadi setara SMK oleh seorang Sekretaris Dirjen Dikdasmen (Pendidikan Dasar dan Menengah) tahun 2019 bernama Dr. Sutanto, SH, MA.

Ya, itulah nanti yang akan kita klarifikasi, semoga ya masih ada orang waras di Kementerian Pendidikan, dulu Dirjen Dikdasmen sekarang sudah menjadi Kementerian Dikdasmen, kementerian pendidikan dasar dan menengah, pimpinan Abdul Muti. Kalau bisa ya kita bertemu dengan pimpinannya langsung, kemudian dilakukan kompers, kalau memang ada kesalahan tahun 2019 ya dicabut saja. Kalau itu dicabut maka pencawapresan Gibran ini syaratnya tidak memenuhi, artinya tidak ada bukti dia lulus sebagai SMA atau setara.
SIMAK SELENGKAPNYA VIDEO
[cuplikan]
Link video full: https://www.youtube.com/watch?v=-xu7x7GZjb0







Komentar