Riset NIDA di AS nunjukin kalau anak muda makin jarang minum alkohol sejak awal 2000-an, dan survei global Kantar juga bilang Gen Z lebih milih minuman low/no alcohol dibanding generasi sebelumnya. Intinya, generasi sekarang makin health-conscious, ngejar life balance, dan ogah kebiasaan yang bisa ganggu mental maupun produktivitas.
Gen Z jauh lebih sedikit mengonsumsi alkohol dibandingkan generasi sebelumnya. Hal ini dipengaruhi oleh kesadaran akan kesehatan, perhatian terhadap kesehatan mental, serta kebiasaan hidup yang lebih hemat. Banyak anak muda melihat alkohol sebagai sesuatu yang merugikan, baik secara fisik maupun mental. Karena itu, mereka mulai mengikuti tren “sober-curious” dengan beralih ke minuman non-alkohol atau mengurangi konsumsi mereka.
Kebiasaan bersosialisasi pun bergeser ke ruang-ruang yang lebih ramah tanpa alkohol, seperti bar mocktail, aktivitas olahraga, atau gaming, bukan lagi malam panjang penuh minum.
Berdasarkan hasil riset hingga akhir tahun 2025, Gen Z menunjukkan pergeseran budaya yang signifikan dalam konsumsi alkohol dibandingkan generasi sebelumnya:
1. Penurunan Konsumsi secara Signifikan
- Tren di Indonesia: Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penurunan konsumsi alkohol pada kelompok usia 15–24 tahun menjadi 0,13 liter per kapita pada 2025, turun dari 0,18 liter pada 2024.
- Global: Sekitar 85% Gen Z tercatat mengonsumsi alkohol dalam jumlah lebih rendah dibandingkan generasi sebelumnya. Di Amerika Serikat, 65% Gen Z berencana mengurangi minum alkohol pada 2025.
2. Gerakan Sober Curious dan Minuman Fungsional
- Gaya Hidup Tanpa Alkohol: Sekitar 39% Gen Z berkomitmen menjalani gaya hidup sepenuhnya tanpa alkohol (dry lifestyle) sepanjang tahun 2025.
- Preferensi Produk: Ada peningkatan besar pada minat terhadap minuman non-alkohol, rendah alkohol (low/no-lo), dan minuman fungsional yang menawarkan manfaat kesehatan atau energi.
- Transparansi Informasi: Sebanyak 47,5% Gen Z menginginkan informasi detail mengenai kalori dan bahan-bahan sebelum mereka mengonsumsi minuman tersebut.
3. Faktor Pendorong Utama
Tren penurunan konsumsi alkohol di kalangan Generasi Z (Gen Z) telah menciptakan pergeseran ekonomi yang signifikan di tingkat global pada tahun 2025. Fenomena ini, yang sering disebut sebagai gerakan “Sober Curious”, tidak hanya didasari oleh kesehatan, tetapi juga tekanan ekonomi.
- Tekanan Ekonomi (Cost of Living): Faktor ekonomi menjadi penyebab utama; Gen Z memiliki anggaran yang lebih ketat karena inflasi dan memprioritaskan pengeluaran untuk kebutuhan pokok daripada minuman mahal di bar.
- Kesehatan Mental dan Fisik: Sebanyak 58% Gen Z berencana mengurangi alkohol pada tahun 2025 demi kesehatan mental, meningkat 45% dari tahun sebelumnya.
- Perubahan Budaya Sosialisasi: Gen Z lebih menyukai aktivitas sosial seperti piknik di taman atau kopi pagi dibandingkan klub malam. Muncul juga tren “soft clubbing” atau berpesta sehat tanpa alkohol.
- Kesadaran Digital: Keinginan untuk tetap terkendali dan menghindari perilaku memalukan yang bisa terekam di media sosial turut memicu moderasi konsumsi alkohol.
4. Ke Mana Uang Dialihkan?
Dana yang biasanya digunakan untuk alkohol kini dialihkan ke:
- Minuman Alternatif: Kopi, milk tea, dan minuman fungsional dengan informasi kalori yang transparan.
- Gaya Hidup Sehat: Keanggotaan gym dan perawatan diri (self-care).
- Investasi Masa Depan: Mengurangi pengeluaran non-esensial untuk memperkuat arus kas dan masa depan keuangan.







Komentar