Koalisi inilah yang sekarang memerintah Indonesia. Prabowo berusaha untuk mereka dengan berbagai macam hal.
Kalau ada apa-apa dengan negeri ini, Anda bisa juga minta tanggung jawab mereka. Ini adalah para “enabler” atau orang-orang yang memfasilitasi semua ini terjadi.
Perang di Timur Tengah sebentar lagi akan masuk ke rumah tangga Anda. Harga energi seperti BBM, listrik, transportasi, dll pasti akan naik. Hidup akan semakin terjepit.
Sebaliknya orang-orang yang ada dalam koalisi ini akan aman-aman saja. Karyawan SPPG mampu kok bukber di hotel.
Tentu ada yang dapat remah juga. Airlangga Hartato baru saja mengumumkan pemberian THR untuk Ojol. Anda mungkin bertanya, bukannya yang seharusnya memberikan THR untuk Ojol itu adalah perusahaan seperti Grab, Gojek, Maxim, Shopee, dan lain sebagainya? Kok malah pemerintah yang kasih THR?
Ini karena “efek Agustus” Tahun lalu pengemudi Ojol mengorganisasi diri. Mereka melakukan demo dan bahkan mengancam akan melakukan “revolusi Ojol.” Penguasa berusaha meredamnya.
Dan tentunya THR adalah salah satu usaha peredaman itu. Saya tidak menentang THR itu. Bagaimana pun 150 ribu atau 200 ribu akan sangat berarti bagi para driver.
Namun untuk para elit ini, THR hanyalah remah. Mereka yang makan kue negara paling besar. Program-program memang kelihatan merakyat tapi itu sebenarnya transfer ke kaum kaya dan berkuasa.
Sistem kepartaian Indonesia sedang mengalami kartelisasi, kata Max Lane, seorang pengamat Indonesia. Saya kira benar. Kelompok koalisi ini, yang dikuasai beberapa orang saja, hanya berbagi diantara mereka.
Kita? Dapat remahan THR, MBG busuk, serta koperasi yang akan dikelola oleh mereka-mereka juga.
Sekarang mereka berkumpul dan bicara tentang perang Teluk dan geopolitik. Itu kemewahan tiada tara karena masalah kita pun sudah cukup banyak.
(Made Supriatma)






