Reaksi Anies Baswedan Sering Dituding Radikal: ‘Coba Buktikan Apakah Ada Kebijakan Anies yang Ekstrem?’

Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menanggapi berbagai tudingan dan label yang kerap disematkan kepadanya, mulai dari isu radikalisme hingga kedekatan dengan kelompok tertentu.

Hal ini disampaikannya dalam diskusi publik yang berlangsung hangat dan kritis baru-baru ini.

Anies menegaskan, tudingan yang muncul justru menunjukkan posisi dirinya yang berada di tengah, bukan bagian dari kelompok ekstrem manapun.

“Bayangkan, saya ini pernah diasosiasikan sebagai Syiah. Musuhnya Syiah itu siapa? Wahabi. Saya pun diasosiasikan Wahabi,” ujar Anies dalam video yang diunggah kanal YouTube Sobat Anies, Selasa (13/1/2025).

Ia menilai label negatif baru muncul setelah kontestasi politik, khususnya pasca-Pilkada DKI Jakarta.

Sebelum itu, tudingan semacam ini hampir tidak ada. Anies pun memilih untuk tidak meladeni persepsi yang berkembang dengan perdebatan verbal.

“Saya let it go aja. Nggak apa-apa. Persepsi itu tidak bisa dilawan dengan kata-kata,” katanya.

Anies menekankan bahwa publik seharusnya menilai dirinya melalui rekam jejak kebijakan, bukan asumsi.

Ia menantang pengkritiknya: “Tunjukkan kebijakan di mana Anies ekstrem. Di mana Anies tidak ramah pada minoritas. Di mana Anies tidak toleran. Kalau itu ditemukan, maka yes, your assumption is correct.”

Menurut Anies, waktu dan kebijakan nyata adalah jawaban paling jujur atas segala tudingan yang diarahkan kepadanya.

[VIDEO]

Komentar