Putra budayawan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun/Mbah Nun) yang juga vokalis Letto Sabrang Mowo Damar Panuluh atau Noe Letto dilantik sebagai Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional (DPN). Pelantikan dipimpin langsung Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis, 15 Januari 2026.
Putra budayawan Emha Ainun Nadjib itu dipercaya menempati posisi Tenaga Ahli Madya yang setara dengan pejabat eselon II.
Secara keseluruhan, pemerintah melantik 12 tenaga ahli DPN dari berbagai latar belakang akademik dan profesional. Selain Noe Letto, posisi Tenaga Ahli Madya juga diisi Jupriyanto serta Frank Alexander Hutapea, putra pengacara Hotman Paris Hutapea.
Karo Infohan Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menyebut kehadiran para tenaga ahli, termasuk Noe Letto, diharapkan mampu mengintegrasikan keahlian akademik dan pengalaman praktis guna mendukung tugas Dewan Pertahanan Nasional.
Profil

Sabrang Mowo Damar Panuluh, yang lebih dikenal sebagai Noe Letto, lahir di Yogyakarta pada 10 Juni 1979 (46 tahun). Ia merupakan anak pertama dari cendekiawan sekaligus budayawan Emha Ainun Najib (Cak Nun) hasil pernikahan dengan Neneng Suryaningsih.
Sabrang Mowo Damar Panuluh, yang lebih dikenal dengan nama panggung Noe, adalah vokalis dan penulis lagu dari grup band Letto.
- Pendidikan: Sabrang menempuh pendidikan tinggi di University of Lethbridge, Kanada, dengan mengambil dua jurusan sekaligus, yaitu Matematika dan Fisika. Latar belakang sains ini sering memengaruhi cara pandangnya yang logis dan filosofis dalam berbagai diskusi.
- Karier Musik: Bersama Letto, ia merilis berbagai lagu populer seperti “Sandaran Hati”, “Ruang Rindu”, dan “Sebelum Cahaya”. Lirik-lirik yang ia tulis dikenal memiliki kedalaman makna dan sentuhan sufistik.
- Aktivitas Saat Ini: Selain bermusik, ia aktif sebagai pembicara di berbagai forum filsafat, ilmu pengetahuan, dan keagamaan. Ia sering hadir dalam forum Maiyah bersama ayahnya untuk memberikan perspektif intelektual kepada jamaah.
- Pemikiran: Ia dikenal karena kemampuannya menjelaskan konsep-konsep rumit (seperti agama atau filsafat) menggunakan logika sains dan matematika, sehingga mudah diterima oleh generasi muda.







Komentar