MENGUNCI PRABOWO
Menawarkan paket “Prabowo-Gibran” tampaknya menjadi strategi Jokowi dan para pendukungnya untuk memastikan tiket calon wakil presiden pada pemilihan presiden 2029 mendatang. Berhasilkah jurus ini untuk mengunci Prabowo?
Belum juga genap memerintah selama setahun. Jokowi sudah minta agar masyarakat kembali mendukung pasangan Prabowo – Gibran pada pemilihan presiden 2029 mendatang.
Seruan Jokowi itu ditanggapi secara dingin oleh para politisi, khususnya dari Partai Gerindra. Prabowo sendiri mengatakan, terlalu pagi, mengusulkan hal itu. Ia bahkan menjelaskan syarat untuk maju pada pilpres 2029: Kalau program kerjanya periode 2024 – 2029 dinilai tidak berhasil, ia tidak akan maju lagi.
Tanggapan Titiek Soeharto yang juga pimpinan Partai Gerindra tak kalah menarik: “Memang sudah pasti dengan Gibran?” Kira-kira begitulah.
Seakan belum menyerah, organisasi relawan pro Jokowi (Projo) kali ini ikut bersuara mendukung lontaran Jokowi untuk menduetkan pasangan Prabowo – Gibran pada pilpres 2029 mendatang. Pernyataan Projo itu dipublikasikan di tengah isu naiknya elektabilitas Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2029.
PURBAYA EFFECT
Berdasarkan hasil rilis survei elektabilitas calon presiden, calon wakil presiden dan partai politik untuk Pemilu 2029 IndexPolitica Indonesia, Elektabilitas Purbaya bahkan melesat ke peringkat atas, menyalip nama-nama yang telah mapan di panggung politik nasional.
Beberapa pertanyaan diajukan kepada para responden, antara lain pasangan capres-cawapres pilihan pada Pilpres 2024, top of mind tokoh politik, elektabilitas partai, elektabilitas capres dan cawapres.
Dalam pertanyaan top of mind tokoh politik, secara mengejutkan nama Purbaya menduduki peringkat tiga, di bawah Prabowo Subianto (37,12 persen) dan Joko Widodo (24,25 persen). Top of mind Purbaya di masyarakat mencapai 19,45 persen. Purbaya mengalahkan nama-nama politisi mapan seperti Dedi Mulyadi, Anies Baswedan, bahkan Agus Harimurti Yudhoyono dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Sementara untuk elektabilitas calon presiden, Purbaya hanya kalah dari Prabowo Subianto. Elektabilitas Purbaya 22,50 persen, Prabowo Subianto 40,12 persen. Di bawah Purbaya ada dua mantan capres Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo.
Untuk elektabilitas calon wakil presiden, elektabilitas Purbaya tertinggi dengan 28,65 persen. Purbaya mengalahkan sejumlah tokoh partai seperti Dedi Mulyadi (20,15 persen), Agus Harimurti Yudhoyono (15,75 persen) dan Wapres Gibran (12,35 persen).
Direktur IndexPolitica Denny Charter menyebut fenomena Purbaya ini sebagai Purbaya Effect. Menurut Denny, Purbaya mendapat popularitas dan elektabilitas berkat sejumlah kebijakannya sebagai Menteri Keuangan.
Suka atau tidak suka, nama Purbaya memang tengah moncer dan sulit dikalahkan. Yang setiap hari ngonten saja keok. Apalagi hanya dengan jurus mancing ikan dan mengundi doorprize.
Piye, gaes?
(JOKO INTARTO)






