Proses Pencernaan merupakan ciptaan Allah ﷻ yang sempurna

Proses pencernaan merupakan ciptaan Allah ﷻ yang sempurna. Makanan dikunyah di mulut, didorong melalui kerongkongan ke lambung, dipecah oleh asam dan enzim, kemudian nutrisi diserap di usus halus dan air di usus besar. Sisa makanan dibuang melalui anus.

Di dalam tubuh manusia, Allah ﷻ menciptakan usus halus sebagai tempat penyerapan nutrisi dan usus besar untuk penyerapan air, dengan desain yang luar biasa penuh hikmah.

Usus halus bisa mencapai 6 sampai 7 meter, lebih panjang dari tinggi tubuh manusia, namun tersusun rapi berlipat-lipat agar muat dalam rongga perut, sebuah bukti kebijaksanaan Allah dalam menciptakan keseimbangan dan efisiensi.

Semua tahapan ini terjadi otomatis dan teratur, menunjukkan kebesaran Allah ﷻ dalam menciptakan tubuh manusia, sebuah sistem sempurna yang bekerja siang dan malam, tanpa kita perintah, untuk menjaga kesehatan dan kelangsungan hidup.

(Sumber: Tafsir al-Jawahir fi Tafsir al-Qur’an al-Karim)

Tafsir al-Jawahir fi Tafsir al-Qur’an al-Karim adalah kitab tafsir karya Syeikh Thanthawi Jauhari (1862–1940) yang menonjolkan pendekatan ilmiah (ilmiah/saintifik) dengan mengintegrasikan ayat-ayat Al-Quran dengan ilmu pengetahuan alam modern (sains). Tafsir ini bertujuan membangkitkan umat Islam agar menguasai sains, terdiri dari 13-26 jilid, dan menggunakan urutan mushaf Utsmani.

Syaikh Thanthawi Jauhari (1862–1940) adalah seorang cendekiawan Muslim asal Mesir yang dikenal sebagai pelopor Tafsir Ilmi atau tafsir berbasis sains modern. Beliau merupakan tokoh penting dalam gerakan modernisme Islam yang berupaya menyelaraskan ajaran Al-Qur’an dengan perkembangan ilmu pengetahuan alam (IPA) dan teknologi.

Berikut adalah karakteristik dan detail utama dari Tafsir Jawahir:

  • Corak Ilmiah (Saintifik): Thanthawi berfokus pada ayat-ayat kauniyah (keajaiban alam) dan menekankan bahwa terdapat lebih dari 750 ayat yang berbicara tentang ilmu pengetahuan.
  • Tujuan Penulisan: Untuk memotivasi umat Islam agar berwawasan terbuka (open-minded), mempelajari sains, dan memahami bahwa Al-Quran relevan dengan perkembangan sains kontemporer.
  • Karakteristik Isi: Tafsir ini banyak membahas teori-teori alam, keajaiban makhluk ciptaan Allah, dan terkadang menyertakan gambar atau ilustrasi untuk menjelaskan fenomena alam.
  • Struktur: Dimulai dengan surah Al-Fatihah dan mengikuti urutan mushaf. Tafsir ini juga sering menekankan ayat 89 surah An-Nahl sebagai dasar pentingnya ilmu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *