Prediksi Keliru AS-Israel, Gugurnya Khamenei Picu Solidaritas Nasional

Pengamat intelijen dan keamanan, Ridwan Habib, menilai terdapat kesalahan perhitungan serius dari badan intelijen Amerika Serikat dan Israel dalam membaca situasi internal Iran. Menurutnya, skenario yang diyakini oleh Central Intelligence Agency (CIA) dan Mossad meleset jauh dari realitas di lapangan.

Ridwan menyebut, kedua lembaga intelijen itu diduga memperkirakan bahwa gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, akan memicu gelombang euforia di dalam negeri. Asumsi tersebut bertumpu pada anggapan bahwa rakyat Iran telah lama menyimpan ketidakpuasan terhadap rezim yang berkuasa, sehingga momentum tersebut diyakini dapat menjadi pemantik revolusi internal.

Namun yang terjadi justru sebaliknya. Alih-alih merayakan atau melakukan pemberontakan, jutaan warga Iran dilaporkan turun ke jalan. Mereka menggelar aksi solidaritas, bersumpah setia terhadap kepemimpinan negara, serta mengutuk keras serangan yang dianggap sebagai agresi asing terhadap kedaulatan Iran.

“Ini menunjukkan adanya miskalkulasi dalam membaca psikologi publik Iran. Dalam situasi ancaman eksternal, masyarakat justru cenderung bersatu,” ujar Ridwan dalam keterangannya.

Fenomena ini, lanjutnya, kerap terjadi dalam dinamika geopolitik Timur Tengah. Tekanan atau serangan dari luar sering kali memunculkan efek rally around the flag, yakni kecenderungan rakyat untuk merapatkan barisan di belakang pemerintahnya ketika menghadapi musuh eksternal.

Ridwan menilai, jika benar ada perhitungan bahwa insiden tersebut akan mempercepat runtuhnya rezim, maka asumsi itu terbukti keliru. Alih-alih melemahkan struktur kekuasaan, peristiwa tersebut justru memperkuat legitimasi internal dan mempertebal sentimen nasionalisme di kalangan warga Iran.

Situasi ini dinilai berpotensi mengubah peta strategi ke depan. Ketika kalkulasi intelijen tidak sejalan dengan respons sosial-politik di lapangan, konsekuensinya bisa memperpanjang konflik dan memperumit upaya stabilisasi kawasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *