✍🏻Ahmad Tsauri
Ketika keluar info meninggalnya Imam Khamenei, pemimpin tertinggi Iran, satu rasanya tidak percaya karena pada malamnya saya mengulang-ulang video beliau sedang berdzikir, saya pikir putaran tasbih beliau lembut sekali dan tasbihnya mirip tasbih saya.

Kedua yang mengagetkan adalah akurasi serangan Amerika ke kediaman sang Imam. Saya pikir apa yang terjadi pada Maduro di Venezuela dilakukan secara seksama dalam penargetan sang Imam.
Dalam kompersnya, pasca operasi militer penangkapan Maduro, gedung putih menjelaskan mereka menyiapkan operasi penangkapan Maduro tidak kurang dari dua tahun, dengan membuat prototype miniatur tempat tinggal Maduro, bentuk bangunan, lorong-lorong bahkan ruangannya sama dengan asli. Mereka berlatih dan membuat simulasi sampai benar-benar hafal seluruh ruangannya.
Apa artinya? Artinya Amerika punya mata-mata dari ring 1 Maduro. Bahkan bisa ajudan atau tentara kemanan ring 1 maduro. Kenapa bisa demikian, satu-satunya yang pasti karena uang. Nyaris bukan karena loyalitas. Ring 1 maduro pasti orang venezuela, pasti mau jadi intel atas dasar upah bukan loyalitas nasionalisme.
Kemungkinan besar yang tahu info detail sang Imam adalah orang dekat di sekitar beliau atau orang punya jabatan tinggi yang terus dapat update posisi imam.
Apesnya, informan bukan hanya tahu dan memberitahu AS dan Israel lokasi sang Imam, bahkan lokasi mantan Presiden Ahmadijedad, dan jenderal penting. Sampai dengan akurat mereka semua terbunuh.
Jika demikian maka pertama, rasanya tidak mungkin Iran bisa memenangkan perang ini karena di lingkaran utama sendiri banyak pengkhianat.
Kedua, jika negara-negara yang dianggap tidak kooperatif dengan AS sedemikian mudah mereka mengetahui detail lokasi posisi tiap waktu, dan bisa kapan saja melakukan eksekusi. Pertanyaanya “deal-deal” apa yang membuat Presiden sepeti Prabowo patuh tunduk kepada AS? Kompensasi apa untuk orang seperti Prabowo sampai mau melakukan apa saja untuk Amerika?
Jaminan kekuasaan sampai akhir jabatan kah? Dan kepastian dapat dukungan saat mencalonkan di periode kedua kah? Karena memang AS dalam pilpres tiap negara pasti ikut campur menghalangi yang tidak pro dengan AS dan mendukung yang pro terhasap AS.
Apakah perjanjian beberapa waktu lalu Indonesia dengan AS, lebih perjanjian loyalitas Prabowo kepada Trump dan AS ketimbang perjanjian bilateral dagang dan kerjasama kedua negara???
Cuma penasaran saja.







serius macan asia kayak gini… ????
haaaaaaaaiiiiii…
antek antek aseeeeeeiiing
penipu yg satu lengser eh muncul penipu dua
ya salam…
malu banget rasanya, masa takut
Pdahal sudah tua tapi makin takut mati ya……yang muda2 malah gak takut mati
DULU BUACOT LU WOSANG WASENG WOSANG WASENG OWALAAAH WUANJING LU NDAAAAASSS NDAAASSS