Prabowo klaim ROA Danantara meningkat 300%. Mari kita bedah laporan dari Danantara itu. Benarkah? Ternyata….

✍🏻Erizeli Jely Bandaro

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Tasyakuran HUT ke-1 Danantara Indonesia di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu (11/3/2026).

Dalam kesempatan itu, Prabowo mengungkapkan kebahagiaannya karena Return on Assets (ROA) Danantara Indonesia telah meningkat 300% sepanjang tahun 2025.

Sebagai catatan, ROA adalah rasio keuangan yang menunjukkan seberapa menguntungkan suatu perusahaan relatif terhadap total asetnya.

Mari kita bedah laporan dari Danantara itu. Benarkah? layakah?

  • Laba bersih BUMN tahun 2025 sekitar Rp. 332 triliun.
  • Total asset BUMN mencapai Rp 14.000 triliun.
  • Dari tahun 2022 ROA BUMN terus turun. Tahun 2022 (3,2%). 2023 (2,8%), 2024 (2,5%). Tahun 2025 turun jadi 2,4%.
  • Artinya setiap 100 aset hanya menghasilkan laba 2,4 saja.

Perhatikan! kinerja BUMN setelah jadi Danantara malah anjlok.

Jauh lebih baik sewaktu belum ada Danantara.

Apakah ROA sebesar 2,4% itu layak? Kalau memperhatikan sifat BUMN yang monopoli seharusnya ROA lebih tinggi. Apalagi kalau dibandingkan dengan global ROA sejenis BUMN rata-rata ROA sebesar 8-12%.

Jadi keliatan banget, kita bayar mahal para Direksi dan Komisaris BUMN yang low class (kelas bawah).

Mengapa? Sekitar 60% aset BUMN berasal dari sektor perbankan, terutama Bank Mandiri, BRI dan BNI. Bank secara alami memiliki ROA rendah karena asetnya sangat besar tapi aset itu bukan milik negara. Itu milik publik lewat deposan/DPK. Marginnya rendah terhadap asset. Selain itu banyak BUMN di sektor energi (Pertamina, PLN), transportasi, infrastruktur business modelnya adalah penugasan (PSO). Cirinya, padat aset tetapi margin rendah. Karena efek moral hazard (penyimpangan).

Jadi mengapa perlu ada Danantara kalau nyata engga bisa tingkatkan ROA?

Jawabnya sederhana, karena memang Danantara tidak mengejar ROA.

Danantara itu hanya dijadikan special vehicle untuk proses financial engineering.

Tapi karena fundamentalnya rendah, sampai kini hanya bisa rekayasa APBN doang. Gimana bancakin APBN dan dana macroprudential BI.

Demikian laporan saya pak Presiden. Bahwa pembantu anda berbohong kepada anda. Hanya ABS.

(fb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

  1. bapak ini seneng sekali di puja puji, jadi inget bos JD.id yang akhirnya sadar dikibulin anak buah, tapi dah bngkrut deh .. lha dia swasta, ini negara looh, ratusan jutaan jiwa

  2. Lagi2 prabowo dikasih laporan hoax sm bawahannya yg bermental penjilat … kasiwan sebenernya liat presiden yg nggak kapabel begini