Seorang Senator AS pro IsraeI mengancam ia akan mengusulkan lagi sanksi Caesar Act (embargo) kalau Suriah melewati sungai Eufrat dan merebut kota Raqqah (Wilayah yang dulu dikuasai Milisi Kurdi SDF yang didukung AS).
Konyolnya postingan dibuat 24 jam setelah kota Raqqah dibebaskan oleh pasukan Suriah dan SDF sudah kabur tunggang langgang.
Wilayah-wilayah yang dulu dikuasai SDF adalah wilayah tempat lokasi tambang minyak. Sekarang sudah dikuasai pemerintah Suriah. Hingga per hari ini, tinggal wilayah Hasakah yang masih dikuasai SDF.
Kemungkinan sanksi dari Barat memang ada, tapi dengan daya tawar Suriah sekarang, eks tawanan ISIS bakal dilepas pulang ke Barat kalau mereka (AS-Eropa) macam-macam.
Trus pinternya Jaulani, dia usir Shell (Inggris) yang dianggap kurang fair dan undang Chevron (Amerika), artinya AS ditawari kontrak karya penambangan minyak.

Walau minyak Suriah tidak banyak, namun angka 300-400 ribu Barrel per hari itu menggiurkan bagi AS. Yang mana kontrak karya tak mungkin terjadi jika sanksi kembali dijalankan.
Kontrak di sini bukan berarti AS mengeruk minyak Suriah secara gratis. Namun perusahaan AS yang menambang dapat fee sesuai kesepakatan dan dijual berdasar harga pasar oleh pemerintah Suriah.
(Pega Aji Sitama)







Komentar