Perusahaan asal Israel dapat ijin eksplorasi panas bumi di Indonesia. Inikah hasil Board of Peace?

✍🏻Ruby Kay

Akhir bulan januari 2026, kementerian ESDM telah menerbitkan surat ijin eksplorasi dengan nomor 8.K/EK.04/MEM.E/2026 kepada PT. Ormat Geothermal Indonesia. Perusahaan tersebut resmi memenangkan tender Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Telaga Ranu di Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara.

PT. Ormat Geothermal Indonesia adalah anak perusahaan dari Ormat Technologies, Inc., sebuah korporasi energi yang kantor pusatnya di Amerika Serikat. Tapi cikal bakal perusahaan ini lahir dan didirikan oleh orang Israel.

Yup. Ormat Technologies didirikan pada tahun 1965 di Yavne, Israel, oleh suami istri insinyur bernama Lucien dan Yehudit Bronicki. Walau kantor pusatnya di Amrik, namun hingga saat ini, fasilitas manufaktur utamanya tetap berada di Israel. Sahamnya pun tercatat ganda (dual listing) di bursa efek New York (NYSE) dan Tel Aviv (TASE).

Inilah hasil nyata dari bergabungnya Indonesia kedalam Board of Peace bentukan Donald Trump. Prabowo sebagai presiden RI tentu mengetahui hal ini. Tak mungkin seorang Bahlil mau menandatangani ijin eksplorasi sebuah mega proyek yang sangat strategis tanpa restu Presiden RI.

Selamat kepada Prabowo Subianto. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, baru kali ini pemerintah RI memberi ijin kepada sebuah korporasi yang jelas-jelas berafiliasi langsung dengan Israel untuk mengolah sumber daya alam Indonesia.

Dulu saat Gus Dur menjabat sebagai presiden RI, beliau pernah mewacanakan untuk membuka hubungan diplomatik dengan Israel. Tak lama kemudian, demonstrasi besar-besaran terjadi. Ragam elemen masyarakat menolak keras wacana tersebut. Alasannya sederhana, Israel secara terang-terangan masih menjajah Palestina. Dan hal itu bertentangan dengan UUD 1945.

Sekarang, ijin eksplorasi panas bumi telah diberikan pemerintah RI kepada perusahaan zionis. Akankah kebijakan nyeleneh ini akan ditolak oleh rakyat? Akankah terjadi demonstrasi besar-besaran seperti dijaman Gus Dur?

Sepertinya tidak. Kenapa?
Karena rakyat Indonesia masih banyak yang bodoh dan miskin.
Karena elit pejabat, tokoh masyarakat sudah disumpal mulutnya pake proyek MBG. Cuannya gurih cuy.
Karena aktivis kampus sudah banyak yang diangkat jadi stafsus.
Beberapa ustad kondang juga sepertinya uda masuk angin. Disuruh Wowo baca doa dalam sebuah acara megah aja mereka uda kegirangan.

Andai bung Karno masih hidup, kemungkinan besar Wowo akan ditempeleng, Bahlil akan ditendang pantatnya didepan umum oleh sang proklamator, karena telah mengijinkan sebuah korporasi zionis mengolah SDA Indonesia. Hal yang sama sekali tak pernah dicita-citakan oleh Soekarno maupun bung Hatta.

Walaupun Soekarno dicap sebagai tukang kawin
Walaupun Soeharto dicap otoriter.
Walaupun Megawati dicap telah menjual Indosat.
Walaupun SBY dicap sebagai jenderal klemar-klemer.
Walaupun Jokowi diduga ijazahnya palsu.

Tapi tak ada satupun dari mereka yang pernah memberi ijin perusahaan zionis untuk mengelola SDA Indonesia.

Tahun 2026, mendekati awal bulan ramadhan. Prabowo Subianto membuat sejarah baru. Jari tengah buat lu. Fuck you!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar