Ini salah satu contoh Desa yang menarik.
Desa ini punya unit usaha, tempat wisata waterpark. Lumayan rame, pendapatan setahun bisa miliaran. Ada untungnya? Iya.
Kemana untungnya? Bisa diinvestasikan ulang, atau, bagikan ke penduduk desa, karena namanya juga unit usaha rame-rame. Jadilah 500 juta duit dibagikan ke 2000an penduduk. Masing-masing dapat 250 ribu. Tua, muda, bayi, semua dapat.
Bisa toh?
Sayangnya, pemerintah Indonesia sampai detik ini tidak bisa.
Punya unit usaha PERTAMINA, harga BBM lebih mahal dibanding Malaysia, kualitas oplosan. Punya unit usaha GARUDA, duh duh, tiket paling mahal seluruh Asia. Punya unit usaha TELKOM yang punya anak usaha TELKOMSEL, silahkan nilai sendiri paket datanya berapa, Indihome-nya gimana bandingkan pesaing.
Dan daftar ini masih sangat panjang. PLN, punya. bank-bank punya. Perusahaan kelapa sawit punya. Perusahaan makanan juga punya, tapi begitulah.
Kalian pernah tidak sih secara langsung dan tidak langsung dapat manfaat dari unit usaha milik Indonesia ini? Sungguh, Shopee dkk lebih sayang ke kalian, banyak ngasih diskonan.
Dan nasib lagi, sudahlah tidak ngasih manfaat, boro-boro THR, yang ada, gaji kalian dipajaki sama negara, termasuk THR. Kecuali jika kalian ASN, pegawai BUMN, nah yg satu ini menang banyak, pajaknya dibayari negara, gross up. Dan kocaknya, orang2 ini lupa, saat bicara soal dia berhak ditanggung, sst, ASN PPPK, tidak ditanggung loh. Kamu tuh tdk adil dan zolim pada 2 juta ASN PPPK. Kamu mau menang sendiri doang. Yg penting kamu gross up, kan?
Pada akhirnya, setiap lebaran tiba, bagi-bagi THR. Jutaan penduduk Indonesia tdk dapat THR, dan lebih nasib lagi, jutaan malah dipotongin THRnya utk pajak kepada negara. Sementara pemilik SPPG, mereka joget2 sebulan terakhir. Kenapa? Mereka nggak capek2 masak, cuma jadi toko kelontong saja, tapi dapat duit 5000/porsi utk pemilik dan operasional. Pesta pora 2 triliun hanya selama Ramadhan saja. Itupun jika tdk ngembat jatah makanannya. THRRRR!
(Tere Liye)







Jika dikelola dg baik negara ini bisa memberikan THR untuk semua penduduknya tua muda bahkan bayi yg baru lahir.. termasuk yg non muslim 20 juta rupiah per kepala… sayangnya korupsi di negeri ini sangat masiv dan mengerikan… sudah saatnya rakyat bergerak memenggal kepala para koruptor itu..jangan ada ampun.. itu jika mau sejahtera…
halu
ada capres bagus malah rame2 di jegal biar tdk kepilih…
duh Gusti ampuni kami…
Daerah Kabupaten pinggir solo raya, kades mulyono tapi bukan penipu seperti jokowi. disitu basis pdip nu pks muhammadiyah jadi ya klop menentang jokibul psi wowo gerandong
pemimpin desa nya amanah ( ngga korupsi, serakah & nggak tau malu ) negara kalah sama desa.
Elit-elit pejabat Indonesia cuma sibuk ngegedein batang ama biji peler mereka doang.