PROGRAM MAKAN GRATIS:
Perbedaan antara program BENERAN versus program BOHONGAN
✍🏻Meilanie Buitenzorgy
Gaes, Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto sedang viral. Dia berorasi mengkritisi program makan gratis sambil pakai kaos bersablon Maling Berkedok Gizi. Tentu saja orasinya itu menuai pro dan kontra.
Yang kontra, komennya ngga jauh-jauh dari: “program makan gratis di negara lain udah dari dulu eksis, kok yang di negara sendiri malah diributin?”
Atau: “Kalau masih ada kekurangan yang di kita, mbok ya dimaklumi dong, namanya juga baru belajar”
Duh.
Sini-sini Mukidi, coba disimak dulu ya, perbedaan antara Program Makan Gratis Beneran (di negara lain) dengan Program Perampokan Anggaran berkedok Makan Gratis.
Ciri-ciri Program Makan Gratis BENERAN (di negara lain):
- Program dimulai dari pemberian makanan kepada anak-anak miskin dan anak-anak daerah terpencil.
- Vendor-nya kantin sekolah
- Satu vendor hanya melayani satu sekolah .
- Sekolah-sekolah yang sudah punya program makan sendiri sebelum ada program nasional, disuruh lanjutken.
- Makanan dimasak fresh pagi hari di sekolah
- Anak-anak makan fresh anget-anget tiap hari langsung prasmanan dari panci-panci yang masih mengepul-ngepul.
- Anak-anak makan makanan bergizi dan bernutrisi
- Anak-anak makan makanan bervariasi
- Dilakukan pendataan anak-anak yang punya alergi makanan sebelum pelaksanaan program.
- Kalau ada kasus keracunan, vendor akan diproses hukum
- Kalau ada kasus makanan tak layak makan (basi, berulat dst) anak-anak segera lapor ke otoritas.
- Makanan jarang nyisa karena fresh, enak, anget, bernutrisi dan bervariasi
- Jam makan enak jadi saat yang paling ditunggu-tunggu anak-anak.
- Weekend dan hari-hari libur program disetop.
- Gak ada vendor yang tambah kaya cuma gegara program makan gratis, coz jumlah porsi yang dikelola terbatas.
- Untuk jadi vendor cukup modal semangat pengabdian untuk generasi penerus bangsa.
- Timbulan sampah nasional tidak bertambah signifikan coz makanan anak2 jarang nyisa.
- Metabolisme pekerja dapur aman tak terganggu karena jam kerja mengikuti jam normal.
- Anggaran pendidikan dan kesehatan AMAN terkendali secara dua sektor ini lebih prioritas dari program makan gratis.
Sedangkan ciri dari….
Program Makan Gratis BOHONGAN alias Proyek PERAMPOKAN Anggaran berkedok Makan Gratis:
- Program dimulai dari maksa ngasih makan anak-anak menengah-kaya dan anak-anak kota yang ga perlu makan gratis. Anak-anak yang miskin ekstrem dan terpencil malah gak dapet-dapet makan gratis (coz ngerepotin vendor) sampe ada yang bunuh diri.
- Vendor-nya kroni-kroni yaitu 3P (parcok, parjo dan parpol)
- Satu vendor dapat proyek puluhan sekolah = puluhan ribu porsi perhari.
- Sekolah-sekolah/pesantren-pesantren yang sudah punya program makan gratis/makan bersama sebelum ada program makan gratis nasional, disuruh SETOP (coz ngurang-ngurangin jatah vendor).
- Makanan dimasak massal tengah malam di dapur vendor lanjut proses packing dan transportasi ke sekolah yang bikin makanan jadi BASI.
- Anak-anak makan packing-an masakan basi atau beracun, sebagus-bagusnya makanan dingin dan gak fresh, tiap hari.
- Anak-anak makan makanan awetan/kemasan/ultra processed food
- Anak-anak dikasih telur atau ayam broiler tiap hari (secara itu sumber protein hewani termurah), entah gimana itu efek jangka panjangnya untuk kesehatan anak secara nasional. Yang pasti harga telur dan ayam meroket, bikin ibu-ibu menjerit.
- Anak-anak yang punya alergi makanan tertentu bodo amat bukan urusan vendor.
- Kalau ada kasus keracunan, vendor tetap aman sentosa.
- Kalau ada kasus makanan gak layak makan gaboleh ribut-ribut kecuali kalau keburu bocor ke media atau medsos.
- Banyak makanan yang terbuang, anak-anak emoh makan karena dimasak ngasal, basi, bau, gak enak, gak fresh dst.
- Jam makan jadi saat yang paling menegangkan buat anak-anak dan guru. “Makanan gw hari ini basi nggak ya?”, dan “Jan sampe ada ompreng yang hilang ntar gaji gw dipotong suru ganti ompreng”
- Mau libur mau bulan puasa, program makan tetap jalan coz jan sampe aliran cuan buat vendor ikutan libur.
- Banyak vendor yang tambah tajir melintir gegara program, coz tiap vendor dapat proyek jumbo.
- Untuk jadi vendor mesti berstatus sultan coz mesti punya modal gede buat bikin dapur dan beli peralatan.
- Timbulan sampah nasional naik meroket gegara banyak makanan terbuang, jadi masalah baru untuk degradasi lingkungan.
- Metabolisme para pekerja dapur terganggu karena jam kerja mereka kebalikan jam kerja normal.
- Anggaran pendidikan, kesehatan, penanggulangan bencana dan pemerintah daerah DISUNAT gila-gilaan.
Gimana? Udah paham belum, Mukidi?







Termul2 mana ngerti alias ada otaknya, yang penting junjungannya senang meskipun si termul sendiri hidup dalam kemiskinan
180 derajat bedanya
Si Deyang ngumpet