The Second Coming: Geopolitik hari kiamat Amerika
(Foto: Tato bertuliskan Kafir di tangan menteri perang Amerika)
Kalau kita berpikir Iran mendasarkan kebijakan geopolitiknya saat ini berdasar nubuwat akhir zaman kaum Syi’ah, sedangkan Amerika mendasarkan politiknya berdasar pertimbangan kepentingan dan assesment rasional, maka itu salah besar.
Justru Amerika hari ini bekerja berdasar keyakinan-keyakinan pejabatnya mengenai akhir zaman.
Memang ada pertimbangan ekonomi seperti yang diinginkan oleh lansia tantrum Trump, tetapi bukan itu pokok, secara garis besar kebijakan AS di Timteng tak pernah lepas dari keyakinan mayoritas warga relijius AS soal kedatangan Yesus Kristus untuk kedua kalinya (The Second Coming).
Aliran Evangelist AS atau Injili kalau ditranslate, memiliki keyakinan IsraeI first. No Christian first, no American first. Aliran ini punya 90 juta pengikut fanatik, mayoritas adalah pendukung Donald Trump.
Bagi mereka, turunnya Yesus untuk kedua kali nanti baru bisa terjadi setelah terpenuhi sejumlah prasyarat. Menurut tafsiran mereka, prasyarat yang paling jelas adalah kembalinya penganut agama Yahudi ke “tanah suci” (Palestina).
Telur-telur harus dikembalikan ke sarangnya. Ke tanah “yang dijanjikan” sejak 3000 tahun lalu.
Bagi tafsiran mereka, dalil-dalil keutamaan bani IsraeI plek ketiplek leterlek diarahkan untuk negara IsraeI hari ini yang diisi oleh imigran kulit putih.
Penduduk IsraeI adalah bangsa pilihan yang berhasil bertahan ribuan tahun, bahkan bangsa-bangsa besar yang dulu menindas mereka kini telah punah, tapi IsraeI tetap ada. Itulah salah satu keutamaan cucu nabi yang sulit dibantah.
Iya, IsraeI adalah cucu nabi. Para muhibbin di AS inipun meyakini ngalap berkah dari orang-orang Yahudi berpaspor IsraeI.
Strategi settler colonialism pun lebih banyak disusun dan dibiayai oleh para muhibbin.
Pemukim ilegal imbisil yang kerap menyerang petani Palestina, banyak dibiayai dari AS, lewat sumbangan orang-orang relijius yang terobsesi pada berkah dan Second Coming.
Tak peduli jika warga Palestina yang diserang adalah penganut Kristen juga. Mereka harus mengalah, baik secara sukarela atau tidak untuk menyerahkan tanah yang dijanjikan itu pada imigran random.
Ketika rumah dan tanah orang Palestina mau dirampas, biasanya ada serangan pendahuluan. Pre-emptive strike. Yaitu datangnya 2-3 orang pengangguran berjambang yang masuk ke pekarangan bahkan ke dalam rumah, mereka diam saja sambil menahan malu namun sangat mengganggu dan tak mau diusir. Kalau digetok, polisi penjajah akan datang.
Gangguan pengangguran bisa berlangsung berbulan-bulan, bikin kehidupan warga tertekan, privasi terganggu, anak-anak jadi stres, baru kemudian masuk ke tahap berikutnya.
Tiba-tiba ada orang random dari Amerika atau Kanada mengklaim sengketa kepemilikan tanah. Dan hukum IsraeI memenangkanmereka.
Pengiriman pengangguran ke Palestina mendapat pendanaan dari orang-orang fanatik di AS. Iya, dibiayai dari sumbangan. Sales donasi pengiriman pemukim Yahudi ke Palestina sangat laris di Amerika.
Tentu pemukim ilegal baru berhasil jika ada jaminan keamanan, nah di situlah tugas pemerintah Amerika. Yaitu menjamin mutlak keamanan IsraeI.
Lalu apa yang terjadi selanjutnya menurut skenario orang-orang Kristen Evangelist Amerika?
Setelah seluruh tanah suci dikuasai Yahudi, kuil ke-3 didirikan di atas reruntuhan Masjidil Aqsa. Dan seluruh prasyarat Second Coming terpenuhi. IsraeI akan diuji.
Dunia jatuh dalam kesengsaraan dalam skenario Iblis. IsraeI dipaksa menerima skema perjanjian perdamaian yang merugikan.
Lalu kemana orang-orang Amerika?
Menurut Evangelist, ketika Yesus turun ke dunia beliau tak akan langsung menginjak tanah di bumi. Beliau tiba di atas awan sambil memetakan para pengikutnya.
Orang-orang Kristen beriman akan diangkat ke awan. Mereka yang terangkat ini tak akan mengalami lagi kematian.
Sementara para infidel (kaum kafir), bidaat, Ateis, penolak ketuhanan Yesus dll, akan tertinggal di bumi yang diliputi malapetaka.
Bangsa IsraeI pun ditinggal. Ini adalah ujian buat mereka karena dulu menolak Mesias (Yesus). Mereka semestinya bergabung dengan para infidel, tetapi karena status sebagai bangsa pilihan dan memiliki perjanjian ribuan dengan Elohim, maka IsraeI diberikan kesempatan mengikuti ujian akhir susulan.
Setelah seluruh orang Kristen diangkat, garda penjaga kebenaran terakhir di muka bumi di tanah Yerusalem hanya tersisa IsraeI.
Antrikristus muncul. Menyebarkan kesesatannya. Bahkan berkhotbah di bait suci untuk menipu manusia.
Dari wilayah luar, IsraeI dikepung oleh puluhan bangsa infidel yang iri. Elit global dan barisan Antikristus menganggap IsraeI sebagai biang kerok.
Mereka memaksakan skema perdamaian yang merugikan. Perjanjian yang hanya berlangsung selama 7 tahun. Ketika IsraeI sadar telah dimanipulasi oleh Antikristus, mereka membatalkan perjanjian dan menggemakan perang suci melindungi tanah suci.
Perang pecah. IsraeI diserang dari segala penjuru dengan puluhan bendera bangsa musuh. Arab, Turki, Berber, Persia dll. Y4hoodie iman lemah kabur dari pertempuran, sisanya tetap bertahan memegang janji Tuhan.
Ketika IsraeI terdesak dan hampir kalah di sebuah front pertempuran paling penting bernama Har Megido a.k.a lembah di bawah bukit Armageddon, barulah Yesus dan umat Kristen yang sebelumnya menunggu di awan, ikut turun di sana.
Yesus memimpin jutaan pasukan malaikat dan orang Kristen, tanpa perlawanan sukses menggulung koalisi pasukan Antikristus dan bangsa-bangsa infidel.
Kemenangan ini akan disaksikan dengan mata kepala oleh orang-orang Y4hoodie, sebagai bukti nyata siapa Mesias yang asli.
Menurut Evangelist, turunnya Yesus di masa ini bukan lagi sebagai guru spiritual seperti 2000 tahun lalu, namun turun sebagai hakim dan Ksatria yang membawa pedang.
Setelah kemenangan di bukit Armageddon, Yesus segera mendirikan pemerintahan langit yang beribukota di Yerusalem selama 1000 tahun.
Di masa ini iman Kristen disebarkan ke seluruh dunia untuk semua bangsa. Pengadilan iman juga digelar. Yahudi yang menerima ketuhanan Yesus akan selamat, bergabung dengan orang Kristen lain yang sudah dijamin tak akan mati lagi.
Sedangkan yang ngeyel menolak Yesus, akan dibinasakan dikumpulkan bersama barisan Antikristus dalam kobaran api.
Yang kami tulis di sini sekedar untuk pengetahuan agar lebih memahami politik Luar Negeri Amerika, bukan untuk menyudutkan agama atau aliran apapun.
Hal ini dikonfirmasi oleh pejabat militer AS yang memotivasi anak buahnya dalam perang Iran menggunakan alasan tahapan menuju Armageddon.
Adapun dalam sudut pandang agama Yahudi, konsep Second Coming dalam kekristenan tak ada dalam keyakinan mereka. Akhir zaman Yahudi sama sekali tidak melibatkan sosok Yesus.
Namun untuk saat ini, terjadi kesamaan kepentingan soal eksistensi IsraeI antara Zionis dengan para muhibbinnya di Amerika. Walau teologi/aqidah mereka saling bertentangan.
(Pega Aji Sitama)







Trumpet k4fir oten dan Setanyahu y4hudi yg lain agama, bisa kompak. Kita yg MABUK MAZHAB (beda dgn mabuk agama-nya kesot) malah mengkafirkan Syiah Iran, yg satu Syahadat, Satu Tuhan dan Satu Nabi dengan kita (Sunni). Habis kita BONYOK dilepeh musuh gara2 tak bersatu