
Omar Yaghi, Peraih Nobel Kimia 2025, memperkenalkan mesin revolusioner yang mampu menghasilkan air minum bersih langsung dari udara — bahkan di tengah gurun.
Teknologi ini memanfaatkan material berpori tinggi bernama metal-organic frameworks (MOFs) yang mampu menangkap uap air bahkan pada tingkat kelembapan rendah, sekitar 10–20 persen. Air yang terkumpul kemudian dilepaskan, dikondensasikan, disaring, dan diolah hingga layak dikonsumsi.
Perangkat tersebut dapat dijalankan menggunakan tenaga surya atau energi panas rendah, sehingga cocok digunakan di daerah terpencil tanpa akses listrik.
Dalam skala komersial, unit berukuran kurang lebih sebesar kontainer pengiriman disebut mampu memproduksi hingga 1.000 liter air per hari.
Teknologi ini dinilai sangat potensial untuk wilayah kering, daerah terdampak bencana, serta kawasan yang mengalami krisis infrastruktur air.
Inovasi ini hadir sebagai solusi atas krisis air global yang berdampak pada lebih dari dua miliar orang di dunia, sekaligus membantu mengurangi ketergantungan pada sumber air tanah yang kian menipis.
PBB telah memperingatkan bahwa dunia sedang memasuki era “kebangkrutan air global”. Saat ini, 2,2 miliar orang tidak memiliki akses ke air minum yang aman, 3,5 miliar orang tidak memiliki sanitasi yang memadai, dan 4 miliar orang menghadapi kelangkaan air yang parah setidaknya selama satu bulan setiap tahun.
Bagi Omar Yaghi, misi ini bersifat pribadi. Dibesarkan di kamp pengungsi Palestina di Yordania tanpa air mengalir, ia mengubah penderitaan yang dialaminya menjadi inovasi ilmiah — menciptakan solusi yang secara harfiah mengubah udara menjadi air penyelamat nyawa.
Laporan terbaru pada Februari 2026 menyebutkan prototipe teknologi tersebut telah berhasil diuji di kondisi gurun ekstrem, membuka peluang menuju sistem penyediaan air yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Omar M. Yaghi adalah ilmuwan kelahiran Yordania keturunan Palestina yang berhasil memenangkan Hadiah Nobel Kimia tahun 2025. Ia lahir di Amman pada tahun 1965 dari keluarga pengungsi asal Palestina.
Source: TheGuardian, dll







Masyaallah tabarakallah
Smg segera bisa diproduksi byk