Alysa Liu mencetak sejarah di Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026 sebagai wanita Amerika pertama dalam 24 tahun yang memenangkan medali emas tunggal putri cabang seluncur indah (figure skating). Selain prestasi olahraganya, ia juga dikenal karena keberaniannya menyuarakan isu-isu kemanusiaan, termasuk solidaritas terhadap Palestina.
Alysa Liu meraih medali emas pada Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026 pada hari Kamis, 19 Februari 2026.
Keberhasilan ini merupakan momen bersejarah karena Liu menjadi atlet seluncur indah (figure skating) putri Amerika Serikat pertama yang memenangkan emas Olimpiade dalam 24 tahun terakhir, setelah Sarah Hughes pada tahun 2002. Kemenangan ini juga dianggap sebagai comeback sensasional setelah ia sempat memutuskan pensiun pada usia 16 tahun sebelum akhirnya kembali bertanding di level tertinggi.
Selain nomor tunggal, Liu juga membantu Tim AS memenangkan medali emas di nomor beregu pada pekan pertama Olimpiade tersebut.
Aktivisme dan Solidaritas Palestina
Liu secara terbuka menggunakan platformnya untuk mendukung hak-hak kemanusiaan:
- Pernyataan Publik: Ia berulang kali menyuarakan dukungannya untuk Palestina melalui media sosial, termasuk menyatakan bahwa “ada lebih banyak darah yang tumpah daripada air minum di Gaza”.
- Partisipasi Protes: Liu dilaporkan telah menghadiri berbagai protes pro-Palestina dan menyuarakan perlunya mengakui kesalahan pemerintah sendiri (AS) dalam menanggapi iklim politik saat ini.
- Latar Belakang Keluarga: Keberaniannya sering dikaitkan dengan sejarah ayahnya, Arthur Liu, seorang aktivis pro-demokrasi yang melarikan diri dari Tiongkok ke AS setelah protes Tiananmen 1989.






