Pemilik Maxim Dan Semisalnya Harus Rubah Sistem
✍🏻Abu Usaid Al-Munawy
Tadi ada bapak Maxim pesan mie Gacoan, setelah beliau bayar, ternyata customernya membatalkan pesanannya.
Beliau akhirnya kembali ke kasir ingin menukar kembali barang dan berharap ingin kembali mengambil uangnya. Tapi, pihak Mie Gacoan sudah tidak bisa mengembalikan, seperti itu sistem mereka. Mereka benar.
Apes, pak Maxim bingung, wajahnya pucat, bibirnya bergetar, sedih, mau bagaimana ini. Saya yang lihat beliau bingung dan sedih, jadi sy beli mie Gacoan milik dia. Bukan karena merasa banyak uang, tapi sy coba rasakan diri saya mirip beliau, hanya seorang pencari rezki dengan cara yang halal, jualan kambing.
Tapi, sy berharap tulisan sy ini tersampaikan pada pemilik Maxim dan sejenisnya agar merubah sistemnya. Pesanan customer tidak boleh dibelikan kecuali ia sudah membayarnya.
Bayangkan, jika dalam sehari seorang pekerja Maxim itu mendapat hal yang sama beberapa kali, atau beberapa mereka merasakan hal yang sama. Tidak ada yang tanggung jawab, hanya merasa sedih sendiri, merasa kesal sendiri merasa marah sendiri.
Tapi, mau diapa lagi inilah sistem aplikasinya.
Ini kezaliman! Makanya, sy berharap pesan saya ini sampai pada pengelola aplikasi ini, agar memperhatikan mereka yang bekerja untuk pemilik aplikasi.
Jangan biarkan mereka terzalimi, jangan biarkan mereka menangis saat pulang ke rumahnya, jangan biarkan lelah semakin berat dengan sedihnya karena hal-hal seperti ini.
Jangan membuat kenyamanan pada costumer anda dengan membuat tangis pada mereka yang bekerja untuk anda, mencoba mengumpulkan pundi-pundi rupiah demi anak dan istrinya di rumah.
Terima kasih.
(sumber: fb)







Komentar