Pembangunan Dapur SPPG MBG Ditolak Warga Banguntapan, Ini Alasannya

Ramai jadi perbincangan, soal warga menolak pembangunan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jalan Kluwih, Padukuhan Karangbendo, Kalurahan Banguntapan, Kabupaten Bantul.

Dimas Jerry (46), warga setempat, menegaskan dirinya mendukung program MBG, namun keberatan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dibangun tepat di sebelah rumahnya.

Ia menilai pembangunan belum memiliki izin lingkungan yang jelas, tidak sesuai petunjuk teknis, serta berpotensi menimbulkan gangguan di permukiman padat.

Menurut Dimas, akses jalan sempit dan buntu tidak mendukung distribusi logistik skala besar.

Selain itu, kebutuhan air untuk mencuci ribuan ompreng dinilai terlalu tinggi, sementara aktivitas dapur berisiko menimbulkan kebisingan, gangguan belajar anak, hingga ancaman kebakaran.

“Kalau mencuci 3.000 ompreng bisa butuh 9.000–10.000 liter air,” ujarnya.

Ia juga menyoroti kurangnya sosialisasi sejak awal. Menurutnya, pembangunan usaha seharusnya disertai izin lingkungan dan komunikasi dengan warga sekitar.

Terpisah, Lurah Banguntapan, Basirudin, menyebut pihak pembangunan MBG sudah menyampaikan informasi dan mengimbau sosialisasi dengan warga setempat.

Ia menegaskan sekitar 70 warga telah menandatangani persetujuan pembangunan dapur MBG.

“Ini program pemerintah yang harus kita dukung. Saya tidak memihak siapa pun, hanya menjadi penengah agar masalah bisa diselesaikan dengan diskusi,” ujarnya.

Basirudin menambahkan, pihaknya siap turun langsung jika muncul permasalahan baru, demi mencari jalan tengah yang tepat.

Sumber: Tribunjogja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

  1. di dukung tanda tangan 70 warga tapi yang plek nempel sebelahnya menolak.. itu yang tandatangan siapa ??? bukannya hadist walaupun dhaif bilang tetangga kiri-kanan-depan-belakang.. ada yang ttd tapi sebelah persis nolak ?