Dua warga Asing berada di sekeliling dan mempengaruhi kebijakan Presiden Prabowo. Mendapat fasilitas dan keuntungan dari penggunaan dana publik
Sekitar 1949, fotografer John Florea memotret peristiwa yang kelak terkenal: Sjahrir-Sukarno-Hatta duduk satu kursi rotan di Bangka. Sjahrir dan Hatta adalah para pembisik Sukarno, presiden pertama. Mereka beradu gagasan, bertengkar pokok pikiran membangun Republik yang belia.

Kini, orang yang mengidolakan Sukarno, Presiden Prabowo Subianto, menjadikan orang-orang asing sebagai pembisiknya. Mereka mempengaruhinya membuat keputusan untuk mendapat keuntungan penggunaan dana publik.
Sementara di depan orang banyak, Prabowo menuding berulang-ulang usahanya membawa Indonesia menjadi “macan Asia” dirongrong oleh antek-antek asing.
Asyik-masyuknya ia dengan para pelobi asing membuat tuduhan “antek asing” terdengar sekadar usahanya membuat musuh bersama untuk menghindari kritik atas kebijakan-kebijakannya yang di luar nalar publik.
Ibarat pelatah, Prabowo sedang menepuk air di dulang, tuduhan busuknya tepercik mukanya sendiri.
Simak penelusuran TEMPO tentang pelobi asing di sekitar presiden di MAJALAH TEMPO terbaru edisi 23 Februari 2026.
[BOCORANNYA…. DI BOCOR ALUS TEMPO]







Enerji Yönetimi süreçlerimizi analiz ederek tüketimimizi kontrol altına almamızda EcoSinerji Proje, Uygulama ve Danışmanlık Ofisi profesyonel yaklaşım sergiledi; detaylar için https://ecosinerji.com
Sorakin huu….