Pandangan Jernih Penasihat Presiden Ahmad Al-Sharaa terkait Perang Iran-AS-Israel

Tulisan berikut merupakan pandangan dari Syaikh Abdul Rahim ‘Athoun (Abu Abdullah Asy-Syami), seorang ulama Suriah yang dikenal sebagai penasihat syar’i Presiden Ahmad al-Sharaa.

Beliau merupakan tokoh yang hidup di tengah perang Suriah melawan rezim Assad, dan menyaksikan langsung bagaimana konflik kawasan melibatkan banyak kekuatan regional, termasuk dukungan Iran, Russia, dan Hezbollah terhadap rezim Bashar al-Assad.

Pandangan beliau tentang perang di kawasan lahir dari pengalaman langsung menghadapi kompleksitas konflik.

Intisari Pernyataan beliau:

– Perang yang sedang berlangsung di kawasan ini terlalu besar dampaknya untuk hanya terbatas pada pihak-pihak utama yang terlibat di dalamnya.

– Perang ini juga terlalu kompleks untuk dipahami hanya melalui pertanyaan-pertanyaan yang terpotong, seperti memperdebatkan apakah kita harus bergembira atau bersedih atas terbunuhnya seseorang.

– Konflik ini juga terlalu luas untuk disederhanakan dengan klasifikasi kaku: apakah seseorang harus dianggap pro-Amerika dan Zionis, atau pro-Iran dan Syiah. Seolah-olah kita sedang duduk di tribun stadion menonton pertandingan sepak bola dan mendukung salah satu tim.

– Kemungkinan besar, dan Allah lebih mengetahui, semakin lama perang ini berlangsung, dampaknya akan menjalar ke seluruh kawasan, bahkan mungkin ke tingkat global.

– Karena itu sudah sepatutnya sejak sekarang dipikirkan bagaimana mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan-kemungkinan tersebut, bukan sekadar sibuk dengan perdebatan kecil yang tidak menggambarkan keseluruhan realitas.

– Mengambil sebab-sebab (ikhtiar) adalah kewajiban syar’i sekaligus kebutuhan nyata; itulah hakikat akal sehat dan kebijaksanaan.

Sumber: https://t.me/abomuhammad2022/4915

***

Tulisan ini mengingatkan kita bahwa konflik besar tidak bisa dibaca dengan cara berpikir yang sempit dan emosional. Di tengah kompleksitas perang kawasan, yang lebih dibutuhkan adalah kejernihan dalam memahami realitas.

***

Terjemahan lengkap tulisan beliau:

Perang yang sedang berlangsung di kawasan ini terlalu kompleks untuk hanya dibatasi pada tiga pihak yang bertikai saja, seperti yang ditunjukkan dengan jelas oleh situasi di Teluk.

Perang ini terlalu rumit untuk dipahami hanya dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang terfragmentasi (seperti apakah seseorang bersukacita atau berduka atas kematian si anu, dan perdebatan yang menyertainya!). Menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti itu gagal menangkap gambaran lengkap, peristiwa, realitas, dan dampaknya.

Perang ini terlalu luas untuk direduksi menjadi klasifikasi yang sederhana: apakah Anda berada di pihak ini dan karenanya seorang Zionis Amerika, atau di pihak itu dan karenanya seorang Syiah Persia Iran? Seolah-olah seseorang sedang duduk di stadion sepak bola menonton pertandingan, bersorak untuk satu tim atau tim lainnya, seperti orang-orang bersorak untuk Barcelona dan Real Madrid!

Sangat mungkin, dan Allah Maha Mengetahui, bahwa semakin lama perang ini berlanjut, semakin besar dampaknya terhadap seluruh kawasan dan negara-negara di dalamnya, bahkan mungkin di panggung dunia, terlepas dari pihak mana yang akhirnya mencapai tujuannya, dan terlepas dari sejauh mana masing-masing pihak mencapai tujuannya.

Oleh karena itu, kita harus mulai berpikir sekarang—pada tingkat pribadi dan publik, secara pribadi, sosial, resmi, dan regional—tentang pertanyaan dan jawaban dari hasil ini, untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin, daripada hanya puas dengan pertanyaan-pertanyaan kecil dan jawaban-jawaban yang terfragmentasi.

Mengambil tindakan pencegahan adalah kewajiban agama dan kebutuhan praktis; itu adalah inti dari akal dan kebijaksanaan.

Siapa pun yang bertawakkal kepada Tuhannya, menghormati perintah-Nya (dan mengambil tindakan pencegahan), dan memiliki iman yang kuat kepada-Nya, kemudian mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan sebaik mungkin, dan mempersiapkan diri menghadapi konsekuensinya dengan wawasan dan kebijaksanaan, Allah akan memberikan keberhasilan kepada mereka dalam menghindari atau meminimalkan dampak negatif, dan mungkin bahkan membangun aspek-aspek positif yang muncul dari perjuangan tersebut.

Ya Allah, berilah kami hasil yang baik dalam segala urusan, dan lindungilah kami dari kehinaan dunia dan siksaan akhirat.

https://t.me/abomuhammad2022/4915

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar