Ormas Gerakan Rakyat Resmi Jadi Partai Politik, Anies Jadi Ketua Umum Partai?

Organisasi kemasyarakatan (ormas) Gerakan Rakyat resmi mendeklarasikan diri sebagai partai politik bernama Partai Gerakan Rakyat, hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I yang digelar di Hotel Aryaduta, Jakarta, Minggu (18/1/2026).

Pimpinan Sidang Rakernas Gerakan Rakyat Muhammad Ridwan mengatakan, keputusan mendirikan partai politik itu adalah hasil musyawarah mufakat seluruh peserta Rakernas yang mewakili Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gerakan Rakyat dari seluruh provinsi di Indonesia.

Ketua Umum Partai

Ketua Umum Ormas Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid, ditetapkan sebagai Ketua Umum Partai.

Tak hanya itu, nantinya Sahrin segera menyusun kepengurusan Partai Gerakan Rakyat.

5 Program Utama

Partai Gerakan Rakyat yang baru saja diputuskan telah menetapkan lima program kerja utama yang disebut dengan lima tuntas, yaitu: satu, mengurus legalitas partai; kedua, meningkatkan kapasitas kader; ketiga, membangun popularitas partai; keempat, pembangun elektibilitas partai, kelima, menyiapkan fasilitas partai untuk berkembang.

Partai Gerakan Rakyat juga mengeluarkan beberapa poin rekomendasi dari eksternal, termasuk tuntutan keadilan ekologis dan keputusan politik yang adil. Rekomendasi ini dirumuskan oleh Dewan Pakar Partai Gerakan Rakyat.

Apa Posisi Anies di Partai?

Anies Baswedan diketahui menghadiri dan menyampaikan pidato di acara Rakernas Ormas Gerakan Rakyat.

Terkait posisi Anies di Partai Gerakan Rakyat hingga saat ini belum diketahui. Bisa jadi Anies akan jadi Ketua Dewan Pembina.

Yang jelas, Partai Gerakan Rakyat akan menjadi kendaraan politik Anies Baswedan di Pemilu 2029.

Jika Partai Gerakan Rakyat lolos verifikasi menjadi peserta pemilu 2029, maka bisa mengajukan pasangan calon Presiden dan calon Wakil Presiden, karena sesuai keputusan MK tidak ada lagi syarat presidential threshold, semua partai politik peserta pemilu 2029 bisa mengajukan paslon Capres Cawapres.

Komentar