Orang stres

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengatakan bahwa ia harus terlibat dalam pemilihan Pemimpin Tertinggi Iran yang akan menggantikan Ayatollah Ali Khamenei.

Trump menolak gagasan putra Ali Khamenei, Mojtaba Khamenei menggantikan ayahnya sebagai Pemimpin Tertinggi Iran.

Menurutnya, gagasan Mojtaba Khamenei menjadi Pemimpin Tertinggi Iran adalah hal yang “tidak dapat diterima”.

“Mereka membuang-buang waktu. Anak Khamenei itu tidak berkompeten. Saya harus terlibat dalam penunjukan tersebut, seperti halnya dengan Delcy (Rodriguez) di Venezuela,” kata Trump, Kamis (5/3/2026).

“Anak Khamenei tidak dapat diterima bagi saya. Kami ingin seseorang yang dapat membawa harmoni dan perdamaian ke Iran,” tambahnya.

Trump bilang, memilih pemimpin yang mengikuti kebijakan pemimpin tertinggi sebelumnya dapat memaksa AS kembali ke perang “dalam lima tahun”.

Mojtaba Hosseini Khamenei adalah putra kedua dari mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Berdasarkan laporan terkini, ia dikabarkan telah terpilih oleh Majelis Ahli sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru untuk menggantikan ayahnya.

Pada Rabu, 4 Maret 2026, Majelis Ahli dikabarkan menetapkan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran.

Keberadaan Misterius: Meskipun telah dikabarkan terpilih, Mojtaba dilaporkan belum muncul di hadapan publik sejak serangan yang menewaskan ayahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 komentar