
Presiden Prabowo Subianto menyinggung ada pengamat tertentu yang dinilainya “tidak suka pemerintah berhasil”. Menurut Prabowo, terdapat pengamat di Indonesia yang tidak patriotik karena berbagai motivasi.
Karena itu, Prabowo mengatakan, bakal “menertibkan” pengamat-pengamat tersebut di kemudian hari. Ketua Umum Partai Gerindra itu menuding pengamat-pengamat yang dimaksudnya itu dibiayai pihak-pihak tertentu.
Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam sidang kabinet di Istana Negara, Jumat (13/3/2026). Prabowo menyinggung tentang pengamat usai menerima laporan Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa mengenai kondisi ekonomi Indonesia.
Sebelumnya, Purbaya melaporkan ekonomi Indonesia masih sangat baik di tengah eskalasi perang AS-Israel dengan Iran. Purbaya kemudian membantah pernyataan pengamat tertentu yang menyatakan Indonesia dalam kondisi resesi.
“Ini pengamat-pengamat ada beberapa macam, menurut saya. Ada pengamat yang memang tidak suka pemerintahnya sendiri berhasil karena berbagai motivasi,” kata Prabowo.
“Tapi, menurut saya sikap mereka itu sikap yang sempit, bukan sikap patriotik. Mungkin karena merasa kalah, tidak punya kekuasaan, kemudian enggak tahu ada pihak yang hilang rezeki, terutama maling-maling, koruptor-koruptor,” ujar Ketua Umum Partai Gerindra itu yang sebelumnya 2 kali gagal menjadi Presiden kalah saat melawan Jokowi di Pilpres 2014 dan 2019.
Lebih lanjut, Prabowo mengaku rutin mendapatkan laporan intelijen mengenai pengamat yang kontra dengan pemerintah. Menurutnya, ada pihak tertentu yang membiayai mereka.
Prabowo menambahkan, para pengamat seharusnya bersatu dengan pemerintah untuk menjaga Indonesia. Ia pun mengaku optimistis Indonesia memiliki kekuatan menghadapi ketidakpastian global.
“Saya juga punya data-data intelijen, kalau dulu kan saya di luar pemerintah, tiap hari saya dapat laporan intel, saya ngerti lah, saya tahu siapa-siapa yang biayai,” kata Prabowo.
“Pada saatnya kita tertibken itu semua. Tapi, sekarang saya masih berusaha dengan cara-cara yang meyakinken. Saya percaya dengan cara evidence-based (berdasarkan bukti). Dengan bukti, rakyat akan mengerti,” ujar Prabowo yang pernah mengaku usahanya/bisnisnya sulit karena tidak berkuasa.







pak Ndass loe sadar woyyyy
NUDIH ORANG KORUPTOR/ GAK PATRIOTIK/ ANTEK ASING!!!!!
GRAYAI JITHOK MU,
RUWET2 LEK PIMPINAN NEGORO, GARORAN E KOYOK “TONG KOSONG NYARING BUNYI NYA”
ALIAS PREEEEEETTTTTT
ancen umur2 sakmene Iki lagi lucu2 nya😜😜😜
omongan Wanda Hamidah terbukti
buktikan aja siapa yg biayai, biar gak ada fitnah / adu domba rakyat lagi, tapi yg korupsi/maling pasti pejabat bukan rakyat