Nomor Layanan 110 Polisi Banyuwangi Kena Prank Call 17.000 Kali

Layanan panggilan darurat 110 milik Polresta Banyuwangi sepanjang tahun 2025 justru lebih banyak diisi telepon iseng ketimbang laporan kejadian yang membutuhkan penanganan cepat. Dari total 17.257 panggilan yang masuk selama setahun terakhir, sebanyak 17.111 di antaranya teridentifikasi sebagai panggilan prank atau tidak serius.

Panggilan tersebut umumnya hanya berdering singkat lalu ditutup, atau tidak dijawab ketika petugas mengangkat telepon. Padahal, nomor 110 disediakan khusus untuk menerima laporan penting, mulai dari tindak kriminal, kecelakaan lalu lintas, bencana alam, hingga gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kondisi ini diungkapkan Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra saat rilis akhir tahun, Selasa (30/12/2025). Menurut Rama, tingginya jumlah panggilan iseng menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di command center yang harus tetap siaga selama 24 jam.

“Setiap panggilan ke 110 tercatat secara sistem. Identitas penelepon dan lokasi asal panggilan langsung muncul di dashboard command center,” kata Rama. Meski demikian, banyak penelepon yang hanya mencoba menelepon tanpa menyampaikan laporan apa pun, sehingga menyita waktu dan perhatian petugas.

Rama menjelaskan, panggilan yang benar-benar berkaitan dengan kebutuhan darurat jumlahnya jauh lebih sedikit dibandingkan total panggilan masuk. Laporan yang dinilai relevan umumnya berkaitan dengan kecelakaan lalu lintas, pengaduan gangguan keamanan, serta permintaan informasi kepolisian dari masyarakat.

Maraknya panggilan iseng, lanjut Rama, berpotensi mengganggu pelayanan kepada warga yang benar-benar membutuhkan bantuan cepat. Ketika jalur 110 sibuk oleh telepon prank, respons terhadap laporan darurat berisiko mengalami keterlambatan.

Sebagai pembanding, Polresta Banyuwangi juga membuka kanal pengaduan alternatif melalui WhatsApp bertajuk “Wadul Kapolresta”. Sepanjang tahun 2025, kanal ini menerima 186 aduan yang seluruhnya dinyatakan valid dan ditindaklanjuti oleh jajaran kepolisian. Menariknya, tidak ditemukan laporan palsu atau iseng melalui kanal tersebut.

Rama menilai hal ini menunjukkan bahwa masyarakat yang benar-benar memiliki keluhan atau laporan cenderung memilih saluran yang tepat dan bertanggung jawab. Ia pun mengimbau warga agar menggunakan layanan darurat 110 sesuai peruntukannya, demi memastikan kecepatan dan efektivitas penanganan setiap laporan yang masuk.

Komentar