NEPOTISME

KEPONAKAN PRESIDEN PRABOWO SUBIANTO, Thomas Djiwandono terpilih menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) untuk masa jabatan lima tahun mendatang.

Pria yang akrab disapa Tommy itu resmi terpilih sebagai Deputi Gubernur BI pengganti Juda Agung usai fit and proper test yang diselenggarakan Komisi XI DPR RI kemarin, Senin (26/1/2026).

Sebelumnya, Tommy diusulkan menjadi kandidat calon Deputi Gubernur BI bersama dua pejabat internal BI yakni Solikin M Juhro dan Diki Kartikoyono.

Terpilihnya keponakan Prabowo ini tidak mengejutkan dan sudah diprediksi sebelumnya.

Publik mencium aroma nepotisme yang menyengat.

“Sulit untuk ga ngerasa ini nepotism ktika ada calon lain: Solikhin M. Juhro, yang S1–S3 ekonomi, ahli moneter, publikasi banyak, orang lama BI, ga kepilih. Yang kepilih justru yang S1nya sejarah dan orang baru Bukti bahwa gelar akademik di depan dan belakang nama akan kalah dengan nama belakang orang,” sentil akun X @txtdaritaxpayer.

Seperti diketahui, latar belakang pendidikan Thomas Djiwandono dia menempuh S1 Studi Sejarah di Haverford College, Amerika Serikat tahun 1994. S2-nya bidang Hubungan Internasional dan Ekonomi Internasional dari School of Advanced International Studies, Universitas Johns Hopkins, Washington, D.C., Amerika Serikat.

Sedangkan Solikin M Juhro, S1 Ekonomi dari Universitas Airlangga, S2 Ekonomi Terapan dari Universitas Michigan dan Ilmu Ekonomi dari Universitas Maryland. Gelar Doktor Ilmu Ekonomi diraihnya di Universitas Indonesia. Solihin M Juhro sudah berkarir di BI sejak 2016.

Komentar