“Abu Ubaidah” Kini Menjadi Simbol Komunikasi Brigade Al-Qassam
Oleh: Imran al-Malizi
Juru bicara Brigade al-Qassam, yang dikenal sebagai Abu Ubaidah, atau nama aslinya Huzaifah Samir al-Kahlout, gugur syahid dalam serangan Israel, menurut pernyataan resmi sayap militer Hamas.
Brigade al-Qassam mengumumkan bahwa Abu Ubaidah syahid dalam serangan Israel yang terjadi pada Agustus 2025, sehingga menutup babak penting dalam sejarah komunikasi strategis dan perang psikologis gerakan perlawanan Palestina melawan pendudukan.
Menurut pernyataan yang sama, gugurnya Abu Ubaidah bukanlah satu-satunya. Empat tokoh kunci lainnya juga gugur dalam serangan tersebut, termasuk Komandan Brigade al-Qassam di Wilayah Rafah, Muhammad Shabana; Panglima Tertinggi Brigade al-Qassam, Muhammad Sinwar; Wakil Panglima Tertinggi, Raeed Saad; dan seorang perwira lapangan senior, Abu Omar al-Syrian.
Kehilangan kepemimpinan puncak ini secara bersamaan mencerminkan strategi Israel yang semakin terfokus pada pembunuhan terarah sebagai upaya untuk menghancurkan struktur komando dan kendali perlawanan bersenjata di Gaza.
Dari perspektif implikasi konflik, kemartiran kepemimpinan senior Brigade al-Qassam berpotensi mengubah fase pertempuran di Gaza, tetapi belum tentu menguntungkan Israel.
Sejarah konflik Palestina-Israel menunjukkan bahwa pembunuhan tokoh perlawanan seringkali gagal melemahkan gerakan secara keseluruhan, tetapi malah memicu restrukturisasi, meningkatkan dukungan moral di mata rakyat Palestina dan dunia Islam.
Dalam konteks Gaza, yang terus dibombardir dan dikepung, kehilangan ini diharapkan akan semakin memperkuat semangat, pengorbanan, dan ketekunan para pejuang.
Brigade al-Qassam sudah menunjuk pengganti Huzaifah Samir al-Kahlout (Abu Ubaidah), dan jubir baru ini juga menggunakan nama “Abu Ubaidah” dengan penampilan yang sama.
Keputusan Brigade al-Qassam untuk mempertahankan gelar “Abu Ubaidah” bagi juru bicara yang akan menggantikan Huzaifah Samir al-Kahlout memiliki implikasi strategis yang besar.
Ini menunjukkan bahwa Israel mungkin telah berhasil membunuh individu, tetapi gagal membunuh simbol perjuangan.
Nama Abu Ubaidah bukan lagi sekadar juru bicara, tetapi lembaga komunikasi perlawanan yang berfungsi untuk menyatukan pesan, moral para pejuang, dan dukungan rakyat Gaza di tengah kehancuran yang sedang berlangsung.
(*)







Komentar