Agak amazing lihat komen2 netijen yang mengatakan Nadiem adalah anak muda yang dijebak birokrasi, karena dia terlalu idealis
Banyak juga yang menyamakan kasusnya dengan Tom Lembong
Ah, masa???
Mari kita bahas… perhatikan gambar di bawah…

Dalam gambar ini, dirangkum perjalanan kasus Chromebook, bahkan sebelum Nadiem menjabat jadi Mendikbudristek.
Chromebook adalah produk yang dirancang dan dikembangkan oleh Google. Ini adalah jenis komputer atau laptop yang menjalankan sistem operasi Google ChromeOS.
🔴Tahun 2019, Google sudah menyurati Mendikbud sebelumnya, Muhajir, tentang pengadaan Chromebook. Tapi tidak direspon
Tahu kenapa?
Karena Chromebook sudah diujicoba di beberapa sekolah, ternyata gagal. Tidak sesuai dengan target. Makanya usulan Google itu tidak ditindaklanjuti.
🔴Agustus 2019, Nadiem udah bikin grup WA untuk membahas digitalisasi Kemendikbudristek
🔴Oktober 2019, Nadiem dilantik jadi Mendikbudristek
🔴Januari 2020, bikin zoom dan menunjuk Ibrahim sebagai konsultan. Sekalian menjawab surat Google.
🔴Mei 2020, mempengaruhi panitia pengadaan untuk mengarahkan ke Chromebook. Sekaligus memerintahkan pengadaan Chromebook tanpa tender
🔴Juni 2020, PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) tidak sanggup memenuhi permintaan Nadiem, dan akhirnya diganti oleh orang kepercayaan Nadiem
🔴Juli 2020, merubah dan mengarahkan Juknis di e-catalog agar mengerucut ke pemilihan Chromebook.
🔴Pengadaan Chromebook berhasil dilaksanakan. Dan setelah disebar ke lapangan, seperti yang sudah diduga, Chromebook nya GAGAL.
Sampai disini, udah kelihatan bedanya kasus Nadiem dan Tom Lembong.
- Tom Lembong memutuskan impor gula melalui Rakortas (rapat koordinasi terbatas) bersama Menteri2 dibawah koordinasi Menko Ekonomi dan Presiden.
- Sedangkan Nadiem, memutuskan pengadaan 9,3 T ini tanpa koordinasi dengan Kementrian lain, bahkan hanya melalui 1x rapat zoom bersama Tim internalnya.
Tahun 2019 sudah diuji coba, dan gagal lho..
Tapi kenapa Nadiem kok tetap ngotot meneruskan??
Bahkan sampai menerabas aturan dan birokrasi, bahkan melakukan mutasi beberapa pejabat di Kemendikbudristek demi memuluskan Chromebook bisa lolos ??
Ada apa dengan Nadiem dan Chromebook??


Meskipun tidak ada aliran dana, Nadiem merima benefit lain pastinya.
Dan itu tugas penyidik untuk mengungkap
Belum lagi isu tentang salah satu merk laptop yang diadakan, ternyata sahamnya dimiliki sama Opung
Menurut Reynald Kasali, kinerja Nadiem selama menjabat jelek sekali.
Ga pernah mau menemui praktisi pendidikan untuk dengar pendapat
Cuma 1x mengunjungi PTN, dan itupun UI
Dia menekan guru-guru untuk membuat laporan di saat weekend. Dia memperlakukan guru bukan sebagai aset yang harus dijaga kualitasnya, tapi seperti pekerja
Gaji ga naik
Beban kerja gila-gilaan
Kurikulum hancur..
Kualitas lulusan sekolah dipertanyakan..
Mendikbud terburuk sih kayaknya
(Al Fatin)






