Muhammadiyah Respons Iuran Rp 16,7 Triliun Dewan Perdamaian: Harusnya Israel dan AS Yang Menanggung Karena Mereka Yang Menghancurkan Gaza

Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Buya Anwar Abbas, menilai rencana pembayaran iuran Indonesia kepada Dewan Perdamaian Gaza yang diklaim untuk kebutuhan rekonstruksi wilayah tersebut perlu disikapi secara hati-hati dan proporsional.

Menurut Buya Anwar, membantu rakyat Palestina merupakan sikap mulia, namun ada prinsip keadilan internasional yang tidak boleh diabaikan.

Buya Anwar menanggapi pernyataan Menteri Luar Negeri Sugiono yang menyebut adanya rencana iuran Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) Gaza, dengan kontribusi Indonesia yang disebut mencapai sekitar Rp 16,7 triliun.

Quote 1:
Anwar menilai pembayaran iuran senilai 1 miliar USD atau setara Rp 16, 7 triliun itu tak ada masalah asal negara memiliki uang. Masalahnya, kata dia, perekonomian Indonesia saat ini sedang dalam keadaan kurang baik.

Quote 2:
Anwar juga mempertanyakan skema pembayaran iuran kepada Dewan Perdamaian yang diklaim untuk merekonstruksi daerah Gaza. Menurut dia, justru kontradiktif bila negara anggota organisasi ikut berpartisipasi dalam pembayaran tersebut.

Quote 3:
Seharusnya, ujar Anwar, hanya Israel dan Amerika Serikat yang bertanggung jawab membangun kembali Gaza lewat anggarannya. “Karena mereka yang telah menghancurkan Gaza, mengapa sekarang negara anggota dewan diminta untuk iuran,” ujarnya.

(Sumber: TEMPO)

Komentar