✍🏻M Rizki Fauzi
Perang Rusia–Ukraina (yang telah berlangsung sejak 2022) bikin banyak orang sadar kalau kekuatan militer Rusia ternyata nggak sekuat yang selama ini dibayangin.
Di atas kertas Rusia terlihat besar dan menakutkan, tapi di lapangan justru kelihatan banyak masalah, mulai dari logistik yang berantakan, koordinasi pasukan yang lemah, sampai penggunaan teknologi yang kalah efektif. Perang ini nunjukin kalau di era modern, jumlah pasukan gede aja nggak cukup—yang penting itu sistem, strategi, dan kemampuan adaptasi.
Ukraina sendiri, walaupun bukan anggota NATO, bisa bertahan karena dapat pelatihan, senjata, dan intelijen ala NATO. Mereka lebih pintar pakai drone, senjata presisi, dan strategi bertahan di wilayah sendiri. Ini bikin banyak analis bilang kalau kekuatan NATO itu bukan soal banyak-banyakan senjata, tapi soal kerja tim, teknologi, dan koordinasi yang rapi.
Soal nuklir, Rusia memang masih superpower. Senjata nuklir bikin Rusia “nggak bisa disentuh” langsung oleh NATO. Tapi masalahnya, nuklir nggak bisa dipakai buat menang perang konvensional tanpa risiko dunia ikut hancur. Jadi kalau ada yang bilang Rusia cuma unggul di nuklir, itu nggak sepenuhnya salah, tapi juga bukan gambaran lengkap dari kekuatan militernya.
Kalau ngomongin korban perang, banyak data independen nunjukin kalau korban tentara Rusia lebih besar dibanding Ukraina.
- Salah satu alasannya karena Rusia sering pakai serangan frontal dan mobilisasi pasukan besar, termasuk tentara dengan pelatihan minim.
- Sementara itu Ukraina lebih defensif, lebih kenal medannya, dan punya sistem pertahanan serta evakuasi yang lebih rapi.
- Akhirnya, walaupun dua-duanya sama-sama rugi besar, pola perang ini nunjukin kalau pihak penyerang—dalam hal ini Rusia—harus bayar harga yang jauh lebih mahal.

Gambaran Korban Perang Rusia–Ukraina (perkiraan)
Tentara Rusia:
Sekitar 150 ribu lebih yang sudah terverifikasi tewas. Angka aslinya kemungkinan jauh lebih besar, bisa sampai ratusan ribu.
Tentara Ukraina:
Diperkirakan puluhan ribu meninggal (40 ribu+), dan besar kemungkinan angka nyatanya lebih tinggi.
Warga sipil Ukraina:
Lebih dari 14 ribu orang tewas (data yang sudah dikonfirmasi), belum termasuk yang belum terdata.
Total korban jiwa:
Secara keseluruhan, analis memperkirakan 200 ribu sampai 400 ribu orang lebih telah meninggal sejak perang dimulai.
Foto atas: Rudal balistic Rusia menghantam Ukraina malam ini.







Komentar