Militer Israel dilaporkan mengakui bahwa sistem radar dan pertahanan udara mereka kesulitan mencegat rudal-rudal canggih yang diluncurkan Iran menuju wilayah pendudukan.
Laporan yang dimuat surat kabar Israel, Haaretz, menyebut sejumlah unit militer Israel mengakui ketidakmampuan mereka mendeteksi dan menembak jatuh rudal Iran yang meluncur ke arah target di wilayah tersebut. Sistem radar yang digunakan Israel yang sebagian besar dibangun dengan teknologi Amerika Serikat disebut tidak mampu secara efektif mengintersepsi serangan tersebut.
Media itu juga melaporkan bahwa pada Jumat (7/3), sirene peringatan serangan rudal baru diaktifkan hanya beberapa saat sebelum perintah evakuasi dikeluarkan kepada para pemukim Israel.
Menanggapi kritik publik terkait keterlambatan aktivasi sistem peringatan, militer Israel menyatakan bahwa mereka tidak dapat menentukan secara pasti jeda waktu antara pengiriman peringatan keamanan dengan bunyi sirene yang memberi tahu adanya rudal masuk.
Komando Front Dalam Negeri Israel juga menyatakan bahwa demi pertimbangan operasional, peringatan keamanan kepada pemukim terkadang baru dikirim sesaat sebelum sirene dibunyikan, bahkan dalam beberapa kasus tidak sempat dikirim sama sekali.
Haaretz juga mengutip analisis citra satelit yang menunjukkan bahwa Iran secara sengaja menargetkan sistem radar dan fasilitas militer strategis, dengan tujuan melumpuhkan kemampuan radar milik Amerika Serikat dan sekutunya.
Menurut laporan tersebut, serangan presisi Iran terhadap instalasi radar berpotensi secara signifikan menurunkan kemampuan Israel mencegat rudal sekaligus mengganggu sistem peringatan dini mereka.
Pengungkapan ini muncul di tengah meningkatnya sorotan media Israel terhadap ketidakefektifan sistem pertahanan rudal Iron Dome dalam menghadapi serangan Iran yang jumlahnya besar dan bergerak dengan kecepatan tinggi.
Sejumlah pakar militer Israel juga memperingatkan bahwa generasi terbaru rudal Iran memiliki kecepatan lebih tinggi, mampu menempuh jalur penerbangan yang kompleks, serta memiliki jejak radar yang sangat rendah, sehingga menjadi tantangan serius bagi sistem pertahanan udara Israel untuk mendeteksi dan menembaknya.






