Militer Iran: Negara-Negara Kawasan Jangan Tertipu Ilusi Kekuatan Amerika

Juru bicara Angkatan Bersenjata Iran, Brigadir Jenderal Abolfazl Shekarchi, mengingatkan para pemimpin negara-negara Muslim agar tidak percaya pada apa yang ia sebut sebagai “ilusi kekuatan Amerika Serikat”. Ia juga menyerukan negara-negara di kawasan untuk bersatu menghadapi apa yang disebutnya sebagai kemunafikan yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan Israel.

Dalam pernyataannya pada Sabtu (14/3/2026), Shekarchi mengatakan bahwa kekuatan Amerika tidak seperti yang selama ini digambarkan.

“Jangan percaya pada apa yang disebut sebagai kekuatan Amerika Serikat. Mereka bahkan tidak mampu melindungi pasukan mereka sendiri yang sedang goyah, apalagi menjamin keamanan negara-negara Muslim dan kawasan ini,” ujarnya.

Ia mengklaim bahwa militer Iran berhasil melumpuhkan kapal perang Amerika USS Abraham Lincoln. Menurutnya, kapal induk yang selama ini dianggap menakutkan dan sering digunakan untuk menekan negara-negara di kawasan itu akhirnya terpaksa mundur setelah mengalami kekalahan yang ia sebut sebagai “bersejarah”.

Shekarchi juga menyatakan bahwa berbagai pangkalan militer Amerika di kawasan yang dibangun selama puluhan tahun—dengan alasan menjaga keamanan regional—telah dihancurkan dalam operasi balasan Iran. Ia menuding pangkalan-pangkalan tersebut sebenarnya didirikan dengan memanfaatkan sumber daya negara-negara Muslim sambil mengambil kekayaan mereka.

Menurutnya, Iran mampu membangun kembali berbagai fasilitas sipil yang rusak akibat serangan Amerika dan Israel, seperti sekolah, rumah warga, gedung pemerintahan, supermarket, serta infrastruktur publik lainnya.

Namun, kata Shekarchi, ada hal yang menurutnya tidak bisa diperbaiki kembali.

“Yang tidak bisa dibangun kembali adalah kredibilitas Amerika, kekuatan semunya, serta militernya yang telah kalah. Begitu pula dengan ketidakberdayaan rezim Israel,” tegasnya.

Latar belakang konflik ini bermula pada 28 Februari lalu ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer ke Iran. Serangan tersebut, menurut laporan media Iran, menewaskan pemimpin Revolusi Islam Ali Khamenei serta sejumlah komandan militer senior.

Sebagai balasan, Iran kemudian meluncurkan serangan besar menggunakan rudal dan drone yang menargetkan wilayah yang diduduki Israel serta berbagai pangkalan militer Amerika di beberapa negara kawasan Timur Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *