🚨🇦🇪🇺🇸 Miliarder terkemuka UEA, Khalaf Ahmad Al Habtoor, baru saja menerbitkan surat terbuka kepada Trump. Isinya sangat brutal.
“Siapa yang memberi Anda wewenang untuk menyeret wilayah kami ke dalam perang dengan Iran? Siapa yang memberi Anda izin untuk mengubah wilayah kami menjadi medan perang?”
Al Habtoor adalah tokoh penting: miliarder, mantan diplomat, dan suara politik yang vokal di Teluk. Ketika dia berbicara, para pemimpin UEA mendengarkan.
Pertanyaannya:
- Apakah ini keputusan Anda atau tekanan dari Netanyahu?
- Apakah Anda menghitung kerusakan tambahan sebelum menembak?
- Anda menempatkan negara-negara GCC (negara teluk) di tengah bahaya yang tidak mereka pilih.
- Inisiatif “Dewan Perdamaian” Anda didanai oleh negara-negara Teluk. Sekarang kita diserang. Ke mana uang itu pergi?
- Anda berjanji tidak akan ada perang. Anda telah melakukan operasi di 7 negara: Somalia, Irak, Yaman, Nigeria, Suriah, Iran, Venezuela
- 658 serangan udara di tahun pertama Anda kembali = seluruh masa jabatan Biden (yang Anda kritik)
- Biaya perang berkisar antara $40-65 miliar untuk operasional, dan kemungkinan total biaya mencapai $210 miliar.
- Tingkat persetujuan Anda turun 9% dalam 400 hari
Rakyat Amerika dijanjikan perdamaian. Namun, mereka malah mendapatkan perang yang didanai oleh pajak mereka.
Kalimat yang paling tajam: “Sebelum tinta pada inisiatif Dewan Perdamaian (board of peace) Anda mengering, kita mendapati diri kita menghadapi eskalasi militer yang membahayakan seluruh wilayah. Jadi ke mana inisiatif-inisiatif itu pergi?”
Al Habtoor bukanlah kritikus sembarangan. Dia adalah bagian dari kelompok mapan. Memiliki koneksi. Ketika para elite UEA mulai secara terbuka mempertanyakan pengambilan keputusan Trump, itu artinya sekutu Arab terdekat Amerika mengatakan “kami tidak menyetujui hal ini.”
Surat itu diakhiri dengan kalimat: “Kepemimpinan sejati tidak diukur dari keputusan perang, tetapi dari kebijaksanaan, rasa hormat kepada orang lain, dan upaya untuk mencapai perdamaian.”
@KhalafAlHabtoor






