Dalam foto ini, saya memegang tesis Master saya, yang saya pertahankan selama perang di Gaza…
Bukan di aula yang tenang seperti di universitas-universitas di seluruh dunia,
tetapi di Gaza, di bawah deru pesawat dan bom.
Terkadang saya belajar dengan penerangan lilin,
terkadang saat aku lapar,
dan terkadang setelah kembali dari mencari makanan untuk anak-anak saya, Imad dan Adam.
Dan terkadang saat aku kedinginan karena cuaca yang sangat dingin di dalam tendaku.
Malam-malam terasa panjang,
dan rasa takut selalu menghantui,
Namun, mimpiku lebih besar daripada ketakutanku.
Setiap malam aku berkata pada diriku sendiri:
Jangan berhenti… baca satu halaman lagi.
Mungkin inilah satu-satunya hal yang tidak bisa diambil perang darimu.
Saya tidak hanya mengejar gelar.
Saya mencoba memberi tahu dunia bahwa di Gaza ada seorang manusia yang mencintai pengetahuan,
bahwa di negeri yang terkepung ini masih ada pikiran-pikiran yang bermimpi,
dan bahwa pengeboman dapat menghancurkan rumah-rumah…
tetapi hal itu tidak dapat menghancurkan tekad.
Gelar ini bukan hanya milikku seorang,
tetapi untuk setiap anak di Gaza yang masih bermimpi memegang buku alih-alih membawa rasa takut. 💔
Saya mendedikasikan kesuksesan ini untuk kalian, teman-teman saya di seluruh dunia ❤️
mohammed hussein~Gaza 🇵🇸
@mohammedIhysse






