Rp 335 Triliun
Anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) satu tahun 2026 sebesar Rp335 triliun.
Rp335 triliun bukan angka receh.
🟧Dengan uang sebesar itu, negara sebenarnya bisa membangun sekitar 67 RIBU SEKOLAH layak di wilayah 3T (Tertinggal, Terluar, Terjauh), dengan asumsi Rp5 miliar per sekolah.
Artinya, hampir setiap desa di Indonesia bisa punya sekolah yang atapnya tidak bocor, dindingnya tidak bolong, dan muridnya tidak harus belajar sambil berharap lantainya masih utuh sampai lulus sekolah.
Atau kalau tidak bangun baru, dananya cukup untuk merehabilitasi ribuan sekolah rusak di pelosok negeri yang selama ini lebih akrab dengan kata darurat daripada layak.
🟦Belum lagi jika anggaran itu diarahkan ke PENDIDIKAN TINGGI. Rp335 triliun cukup untuk membiayai kuliah sampai lulus bagi sekitar 1,6 juta anak dari keluarga kurang mampu, nyaris setara satu angkatan lulusan SMA nasional. Bayangkan satu generasi kuliah gratis empat tahun, bukan cuma gratis makan siang.
Negara-negara seperti Korea Selatan dan Finlandia sudah lama membuktikan bahwa INVESTASI BESAR di PENDIDIKAN adalah jalan paling rasional untuk menaikkan Indeks Pembangunan Manusia, memperkuat ekonomi, dan memutus rantai kemiskinan. Mereka tidak miskin karena rajin sekolah; mereka maju karena sadar pendidikan itu bukan biaya, tapi investasi.
Deretan hitung-hitungan ini tidak sedang menolak ‘niat baik’ program MBG, tapi mengajak berpikir lebih jauh, apakah kita ingin kenyang hari ini, atau kuat untuk puluhan tahun ke depan?
Karena faktanya, salah satu cara paling konsisten agar orang miskin bisa keluar dari kemiskinan adalah lewat pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan.
———
Now I Know







Komentar