Menteri Desa: “Kalau Kopdes sudah berjalan, Alfamart dan Indomaret harus di stop”

Menteri Desa meminta pemilik gerai ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret untuk tidak lagi menambah titik usaha di wilayah perdesaan. Langkah ini dilakukan seiring pembangunan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan (KopDes/Kel) Merah Putih di seluruh Indonesia.

Hal ini disampaikan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto saat Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI.

“Kalau KOPDES itu sudah berjalan, sejatinya Alfamart dan Indomaret di stop. Saya kira pemerintah harus berpihak.

Buat apa kita membangun KOPDES, tapi Alfamart sama Indomaret atau sejenisnya meraja lela? itu artinya tidak apple to apple (kalau Kopdes harus bersaing dengan Alfamart Indomaret -red). Mereka sudah sangat besar, sangat memonopoli selama ini, tentu akan jadi ancaman untuk KOPDES.

Saya setuju: KOPDES jalan, Alfamart dan Indomaret cukup disitu. Sudah 20 ribu lebih gerai Alfamart Indomaret, dan luar biasa merajalelanya, dia lagi dia lagi dia lagi, kekayaannya sudah terlalu menurut saya di Republik ini,” tandas Menteri Desa dari PAN ini.

[VIDEO]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 komentar

  1. jadi menciptakan lapangan pekerjaan dengna menghancurkan lapangan pekerjaan lain.. membiayai usaha dengan mengurangi jatah dari pos biaya lain … luar biasa memang rejim ini .. mencipta dengan menghancurkan.. trus bangga banget lagi

  2. Kalo menteri model begini, investor pada kabur…gak prospek usaha di Indonesia. Setiap investor pasti ingin investasinya berkembang. Kalo di stop ya gak ada masa depan….lebih baik bikin warung madura….tak kena ppn dan pph….tinggal kasih gaji tinggi aja kepada penjaganya….

  3. Menteri desa ga ngerti kehidupan ekonomi desa ya gitu.
    Heh di desa mana ada indo alpa payu! Mahal! Orang desa lebih milih ke warung grosir warga yg jatuhnya jauh lebih murah! Di pasar juga murah! antar warung selisih 1.000 aja udah pindah orang. Kalo kepepet nah baru ke sana itupun yg urgen aja.
    Justru indo alpa itu emang gak Apple to apple bukan disaingannya, tapi pangsa pasar.