Membandingkan bac*t si Seskab dengan realitas
Kata si Seskab, pemerintah gak akan membiarkan rakyat menghadapi kesulitan sendirian.
Kalo begitu:
Buat lansia yang tak dapat bansos.
Buat lulusan SMA atau sarjana yang belum dapat pekerjaan.
Buat janda punya balita yang gak ada uang buat beli susu formula.
Buat bapak-bapak yang terlilit utang pinjol.
Buat gembel, pengemis, pengamen, tukang becak yang hidup di jalanan, tidur diterminal dan emperan toko.
Coba kalian datangi rumah mewah para pejabat yang ada di kotamu. Buat yang berdomisili di Sidoarjo, coba datangi rumah bupati, wakil bupati atau rumah bu Sekda. Kemarin mereka baru aja mengadakan acara bukber mewah dengan nuansa ala India di Surabaya. Acara itu terlaksana dengan meriah sudah pasti pake APBD.
Jika untuk acara bukber aja para pejabat tak segan menggelontorkan dana dari APBD, sudah pasti mereka juga langsung gercep memberi uang kepada orang-orang miskin.
Tapi kita semua juga paham kalo bacot si Teddy cuma omon-omon. Realitanya adalah, orang miskin di negeri ini disuruh berjuang sendiri.
Negara gak pernah hadir saat rakyatnya menghadapi kesulitan. Dan inilah yang membuat lahirnya penyakit sosial ditengah-tengah masyarakat. Pinjol, judol, jadi LC ditempat karaoke, jadi rampok atau begal, jadi tukang pijet plus-plus, atau jual diri di Mi Chat menjadi solusi instan.
Bac*t si Seskab terdengar sedap. Tapi hidup di Indonesia adalah realitas pahit yang mesti kita hadapi sendiri.
(Ruby Kay)






“…pemerintah gak akan membiarkan rakyat menghadapi kesulitan sendirian…” maksudnya kesulitan itu bukan hanya satu, tapi pemerintah akan memberikan banyak kesulitan buat rakyat… karena MBG jalan terus, insentif jalan terus, tunjangan jalan terus, uang-uang pejabat jalan terus, utang jalan terus..
emang si bunda buna teddy bear 🐻 bisa apa?