Kenaikan harga sejumlah komoditas pangan memang tercatat dipengaruhi oleh pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai mulai dilaksanakan secara nasional sejak 2025 lalu dan akan lebih massif lagi di 2026.
Peningkatan permintaan bahan pangan untuk program MBG, terutama telur dan daging ayam, telah menyebabkan kenaikan harga di beberapa daerah hingga hampir 10%. Pemerintah mengakui adanya tekanan pada harga karena produksi belum sepenuhnya mengimbangi lonjakan permintaan dari jutaan paket makanan yang didistribusikan setiap hari.
Beberapa poin utama terkait fenomena ini adalah:
- Peningkatan Permintaan: Lonjakan permintaan bahan pokok seperti daging ayam dan telur untuk kebutuhan dapur MBG menyebabkan stok di pasar tradisional menipis, sehingga memicu kenaikan harga.
- Komoditas yang Terdampak: Selain telur dan ayam, harga sayur-sayuran (seperti wortel, selada, dan sawi) serta bumbu dapur dilaporkan merangkak naik karena serapan yang tinggi oleh program ini. Yang juga naik dan bahkan stok langka adalah susu ultra 1 liter di minimarket, yang dulu tersedia, sekarang langka, kalaupun ada harga naik selangit.
- Dampak Inflasi: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa kenaikan harga pangan akibat MBG telah berkontribusi pada inflasi daerah.
Klaim pendukung MBG bahwa program MBG itu yang diuntungkan adalah UMKM dibantah oleh sejumlah pihak.
@khey_kikikayy: “MBG dinilai paling menguntungkan UMKM,” gw heran UMKM mana yg diuntungkan. Bangsat bener semua harga bahan pokok naik gara-gara program mudharat ini.







Komentar